SPPG Bhakti Bunda Berjaya Diduga Kembali Distribusikan Makanan Tak Layak ke Siswa

- Redaktur

Kamis, 9 April 2026 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (ilustrasi) Pihak Sekolah saat menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bhakti Bunda Berjaya. @by_News9.id

FOTO: (ilustrasi) Pihak Sekolah saat menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bhakti Bunda Berjaya. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Dugaan distribusi makanan tidak layak konsumsi kembali mencuat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Batang-Batang Daya, Kabupaten Sumenep.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Bunda Bakti Berjaya diduga kembali menyalurkan menu bermasalah berupa ayam busuk dan berlendir kepada siswa.

SPPG Bhakti Bunda Berjaya Diduga Kembali Distribusikan Makanan Tak Layak ke Siswa
FOTO: Ayam yang telah membusuk dan berlendir yang didistribusikan oleh SPPG Bhakti Bunda Berjaya, Desa Batang-batang Daya. @by_News9.id

Dari ratusan paket MBG yang didistribusikan ke sejumlah lembaga pendidikan, hanya lima ompreng yang dinilai masih layak konsumsi. Selebihnya langsung ditolak pihak sekolah.

Alih-alih menjadi sumber pemenuhan gizi, menu MBG tersebut justru dinilai berpotensi membahayakan kesehatan siswa.

Ketua Yayasan Ta’limus Shibyan, K.H. Irsyad, menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan kali pertama.

Ia menyebut, temuan makanan bermasalah telah terjadi berulang kali.

“Ini daging ayam yang bau itu sudah dua kali, dulu dan sekarang. Yang sekarang bukan hanya bau, tapi sudah berbau busuk,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Kiai Irsyad mengungkapkan, kondisi makanan yang diterima sangat memprihatinkan.

Baca Juga:  Komisi II DPRD Sumenep Apresiasi PAD Kesehatan 2025 Tembus Rp382,79 Miliar

Menurutnya, tidak hanya ayam, buah yang disertakan dalam paket juga ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi.

“Bukan hanya bau, tapi sudah busuk dan berlendir. Saat ayam geprek dibuka, bagian dalamnya sudah rusak dan mengeluarkan lendir. Kemungkinan itu ayam lama atau sisa sebelumnya. Bahkan buah salaknya juga ada yang busuk,” tegasnya.

Sebelumnya, yayasan Bunda Bakti Berjaya juga diduga pernah mendistribusikan roti dengan masa kedaluwarsa yang hampir habis kepada siswa.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak sekolah langsung memanggil kepala dapur SPPG untuk memastikan kondisi makanan secara langsung.

Baca Juga:  Ainur Rahman Bantah Tuduhan Pengkondisian Rp 200 Juta dalam Kasus BSPS

Setelah dilakukan pengecekan, seluruh paket makanan akhirnya ditolak.

“Kepala dapurnya kami panggil ke sekolah dan diminta memastikan langsung. Setelah itu, seluruh makanan kami tolak,” ungkapnya.

Kepala MI Ar Rasyad Kolpo, M. Saleh, menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan siswa.

“Kalau ini sampai dikonsumsi anak-anak, risikonya sangat besar. Ini sudah dua kali terjadi, jangan sampai ada kejadian ketiga,” tegasnya.

Dia juga menyoroti lemahnya sistem pengawasan dalam distribusi program MBG.

“Jika makanan busuk masih bisa lolos distribusi, maka yang perlu dipertanyakan adalah sistem pengawasan secara menyeluruh,” tambahnya.

Distribusi makanan yang diduga busuk dan tidak layak konsumsi tersebut dinilai bertentangan dengan Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis MBG Tahun Anggaran 2026.

Baca Juga:  P3NA Minta Pemkab Lumajang Segera Tindak Gula Jawa Prosesan

Dalam aturan itu ditegaskan bahwa setiap SPPG wajib menjamin mutu dan keamanan pangan, menghindari cemaran biologis, serta memastikan makanan yang disajikan aman dan sesuai standar gizi.

Dengan temuan itu, SPPG Batang-Batang Daya diduga telah melanggar prinsip dasar keamanan pangan yang menjadi fondasi utama program MBG.

“Kami meminta dengan mendesak agar Badan Gizi Nasional (BGN) segera turun melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan dan distribusi program di SPPG Bunda Bakti Berjaya ini,” tandasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Oknum anggota kepolisian berpangkat Brigpol berinisial RS. @by_News9.id

PERISTIWA

Oknum Polisi Polsek Masalembu Diduga Sering Bolos

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:20 WIB

FOTO: Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama jajaran pemerintah daerah saat audiensi  dengan Kemenhub Republik Indonesia. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut

Senin, 24 Agu 2026 - 15:14 WIB

FOTO: H. Gufron, saat proses pembelian dengan pemeriksaan dan penilaian kualitas tembakau di gudang utama Haswal Group. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

Siap Serap Hasil Panen Tembakau, Haswal Group Buka Pembelian Perdana

Senin, 24 Agu 2026 - 14:51 WIB