Inovasi Warga Buton: Limbah Plastik Diolah Menjadi BBM, Antara Harapan Solusi dan Tantangan Regulasi

- Editorial Team

Kamis, 16 April 2026 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Tempat pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan warga Kelurahan Kombeli, @by_News9.id

FOTO: Tempat pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan warga Kelurahan Kombeli, @by_News9.id

BUTON, NEWS9 – Inovasi pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan warga Kelurahan Kombeli, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, mendadak menjadi perhatian publik.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook Kiffling Amangilala, terlihat proses konversi sampah plastik menjadi beberapa jenis bahan bakar seperti solar, minyak tanah, dan bensin.

Temuan tersebut sontak menuai beragam respons dari warganet. Di satu sisi, inovasi ini dipandang sebagai langkah kreatif dalam menjawab dua persoalan sekaligus: krisis pengelolaan sampah plastik dan kebutuhan energi alternatif. Namun di sisi lain, muncul pula pertanyaan terkait aspek keamanan, legalitas, hingga standar kualitas produk yang dihasilkan.

Baca Juga:  Dari Pesisir Banyuwangi ke Amerika dan Eropa, Koral Budidaya Menjadi Primadona Pasar Dunia

Salah satu pengguna Facebook, Yusrin Salman, menyampaikan pandangan bahwa inovasi semacam ini seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Ia menilai, jika dikelola secara tepat, upaya tersebut tidak hanya berpotensi mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

“Pemerintah yang cerdas dan bijak semestinya mampu membaca peluang ini, lalu hadir untuk membina, bukan sekadar mengawasi,” tulisnya dalam kolom komentar.

Namun tidak semua tanggapan bernada optimistis. Akun lain bernama “artis-artis” justru melontarkan kekhawatiran bahwa inovator di balik temuan ini berpotensi tersandung persoalan hukum.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa dasar, mengingat produksi dan distribusi BBM di Indonesia merupakan sektor yang diatur ketat oleh negara, baik dari sisi perizinan maupun standar mutu.

Baca Juga:  Pantura Rusak Parah, Warga Sumenep Teriakkan Ketidakpedulian Pemprov Jatim

Secara teknis, pengolahan plastik menjadi bahan bakar melalui metode pirolisis memang bukan hal baru.

Teknologi ini telah lama dikembangkan di berbagai negara sebagai solusi alternatif dalam pengelolaan limbah. Namun implementasinya di tingkat masyarakat memerlukan pengawasan ketat, terutama untuk memastikan prosesnya tidak menimbulkan dampak lingkungan baru, seperti emisi berbahaya atau residu limbah yang tidak terkelola.

Di sinilah letak pentingnya peran pemerintah. Di satu sisi, inovasi warga seperti ini patut diapresiasi sebagai bentuk kemandirian dan kreativitas lokal.

Di sisi lain, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap aktivitas produksi energi tetap memenuhi standar keselamatan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan.

Baca Juga:  Polresta Banyuwangi Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Malam Pergantian Tahun 2025

Pendekatan yang terlalu represif berpotensi mematikan semangat inovasi masyarakat. Sebaliknya, pembiaran tanpa regulasi juga dapat menimbulkan risiko jangka panjang.

Oleh karena itu, diperlukan langkah tengah berupa pembinaan, pendampingan teknologi, serta fasilitasi legalitas agar inovasi tersebut dapat berkembang secara aman dan berkelanjutan.

Fenomena di Kombeli ini menjadi cerminan bahwa solusi atas persoalan besar seringkali lahir dari inisiatif akar rumput. Tinggal bagaimana pemerintah mampu meresponsnya secara proporsional tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra dalam mendorong inovasi yang berdampak luas bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Job Fair 2026 Sumenep Buka 3.141 Lowongan Kerja
Hari Sales Sedunia ke-10, KONUS Gandeng N1 Auto Pro Berikan Gift untuk Para Sales
Founder Tabur Baik Siap Luncurkan “PROFESIONAL”, Tekan Pengangguran di Sumenep
Bukan Sekadar Bank Daerah, BPRS Bhakti Sumekar Kembali Ukir Prestasi Nasional
Dari Pesisir Banyuwangi ke Amerika dan Eropa, Koral Budidaya Menjadi Primadona Pasar Dunia
AOE 2026, Madiun Kenalkan Produk Lokal dan Potensi Investasi
PT Djarum Belum Pastikan Serapan Tembakau Madura
Siap Serap Hasil Panen Tembakau, Haswal Group Buka Pembelian Perdana
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:19 WIB

Job Fair 2026 Sumenep Buka 3.141 Lowongan Kerja

Sabtu, 26 September 2026 - 10:00 WIB

Hari Sales Sedunia ke-10, KONUS Gandeng N1 Auto Pro Berikan Gift untuk Para Sales

Sabtu, 12 September 2026 - 13:22 WIB

Founder Tabur Baik Siap Luncurkan “PROFESIONAL”, Tekan Pengangguran di Sumenep

Sabtu, 5 September 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Bank Daerah, BPRS Bhakti Sumekar Kembali Ukir Prestasi Nasional

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Dari Pesisir Banyuwangi ke Amerika dan Eropa, Koral Budidaya Menjadi Primadona Pasar Dunia

Berita Terbaru

FOTO: Sekda Sumenep Agus Dwi Saputra (tengah), bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumenep, Mustangin (kanan), saat mengunjungi salah satu stand perusahaan. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

Job Fair 2026 Sumenep Buka 3.141 Lowongan Kerja

Senin, 28 Sep 2026 - 09:19 WIB

FOTO: Rapat staf di lingkungan Diskominfo Sumenep, @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Kadis Kominfo Sumenep Tekankan Disiplin dan Kekompakan

Senin, 28 Sep 2026 - 09:02 WIB

FOTO: Korban saat di evakuasi dari TKP. @by_News9.id

PERISTIWA

Motor Terperosok ke Jurang 7 Meter, Pengendara Meninggal Dunia

Minggu, 27 Sep 2026 - 15:27 WIB

FOTO: Skuad Garuda saat melawan Singapura pada laga Grup A. @by_News9.id

OLAHRAGA

Timnas Indonesia Tundukkan Singapura 2-0

Minggu, 27 Sep 2026 - 15:03 WIB