NGANJUK, NEWS9 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (16/05/2026).
Peresmian tersebut menjadi momentum penting dalam menghadirkan penghormatan negara terhadap sejarah panjang perjuangan kaum buruh di Indonesia.
Kedatangan Presiden RI mendapat sambutan hangat dari ribuan masyarakat, tokoh buruh, aktivis sosial, serta berbagai elemen organisasi kemasyarakatan yang hadir menyaksikan secara langsung agenda bersejarah tersebut.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib dengan pengamanan ketat dari aparat gabungan TNI dan Polri.
Nama Marsinah selama ini dikenal sebagai simbol perjuangan hak-hak pekerja dan keadilan sosial di Indonesia.
Sosok buruh perempuan asal Jawa Timur itu menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah gerakan buruh nasional pada era 1990-an dan hingga kini tetap dikenang sebagai figur perjuangan kemanusiaan.
Pemerintah memandang keberadaan Museum Marsinah bukan sekadar pengingat sejarah masa lalu, melainkan juga sebagai ruang edukasi publik dan refleksi kebangsaan bagi generasi muda.
Museum tersebut diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keberanian, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap hak-hak pekerja sebagai bagian dari pembangunan bangsa yang berkeadaban.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarah perjuangan rakyatnya, termasuk kontribusi kaum buruh dalam perjalanan pembangunan nasional.
“Perjuangan Marsinah menjadi bagian dari sejarah bangsa. Kita tidak menghidupkan luka lama, tetapi mengambil nilai perjuangan, keberanian, dan semangat keadilan untuk masa depan Indonesia,” ujar Presiden.
Museum dan Rumah Singgah Marsinah tersebut memuat berbagai dokumentasi perjalanan hidup, catatan perjuangan, arsip sejarah, serta nilai-nilai kemanusiaan yang diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi masyarakat luas.
Selain meresmikan museum, Presiden juga melakukan dialog bersama sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan buruh yang hadir.
Dialog berlangsung hangat dengan pembahasan mengenai pentingnya menjaga hubungan industrial yang harmonis, perlindungan hak pekerja, serta peningkatan kesejahteraan buruh di Indonesia.
Peresmian Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk ini dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga memori sejarah perjuangan sosial agar tetap hidup dan tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Pemerintah berharap keberadaan museum tersebut dapat menjadi simbol penghormatan terhadap nilai perjuangan, keberanian, dan kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sementara itu, Ketua LSM GMBI Distrik Nganjuk, Sugito, mengapresiasi langkah pemerintah dalam menghadirkan Museum Marsinah sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan kaum buruh.
Menurutnya, keberadaan museum tersebut dapat menjadi sarana edukasi sekaligus pengingat bagi generasi muda akan pentingnya memperjuangkan nilai keadilan sosial dan kemanusiaan secara bermartabat. ***












