LUMAJANG, NEWS9 – Puluhan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi muda dan tua di wilayah Kecamatan Pasrujambe, Senduro, Pasirian, Yosowilangun juga tokoh dari Jember, antusias mengikuti kegiatan keagamaan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit), Sabtu (16/5/2026) malam.
Program pembinaan mental spiritual (Bimtaq) yang diinisiasi oleh Komunitas Rindu Syariah ini dipusatkan di Masjid Markas Usrotul Ali Ismail 3, Dusun Krajan, Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang.
Rangkaian acara yang terbuka untuk umum ini dimulai tepat pukul 19.00 WIB, diawali dengan ibadah salat isyak berjamaah.
Untuk memberikan pendalaman materi agama Islam yang berbobot, panitia menghadirkan penceramah pertama, ustadz Junaedi SH dengan materi Keimanan dan Ketakwaan: Pentingnya iman dan takwa sebagai landasan bagi bangsa Indonesia di hadapan Tuhan.
Filosofi Perjalanan: Refleksi mengenai konsep “berjalan ke bawah” dan bagaimana menyikapinya dalam kehidupan.poinya tegas ustadz Junaedi SH.
Jaminan berbangsa: Iman dan takwa dianggap sebagai satu-satunya jaminan dan persyaratan utama bagi bangsa Indonesia.
Ketaatan kepada Allah, pengingat untuk selalu mengutamakan iman dan takwa kepada Allah yang menguasai langit dan bumi.
Konsep Berjalan ke Bawah: Adanya ajakan untuk merenungkan makna “berjalan ke bawah” dan mencobanya pada waktu-waktu tertentu, seperti pada malam hari.
“Kaitan dengan Agama, penyebutan bahwa konsep berjalan ke bawah ini juga memiliki keterkaitan atau penjelasan di dalam ajaran Islam,” pesanya.
Penceramah kedua, Ustadz Muhamad Bisri, tentang Identitas Muslim yang Berbeda Kesadaran bahwa seorang Muslim harus memiliki posisi dan prinsip yang berbeda dari masyarakat umum, terutama dalam hal perjuangan dan komitmen.
Hakikat Laki-laki sebagai Pemimpin: Penegasan bahwa setiap laki-laki yang hadir memiliki peran alamiah sebagai pemimpin (leader), baik bagi dirinya sendiri maupun bagi keluarganya.
Kepemimpinan Berbasis Komitmen: Konsep bahwa menjadi pemimpin berarti menjadi pihak yang berada di depan, mengatur, dan melakukan perubahan berdasarkan komitmen yang kuat.
Ustadz Muhamad Bisri menyinggung adanya “penyakit” di mana seorang Muslim atau laki-laki hanya ikut-ikutan arus umum atau sekadar berlibur/bersantai sehingga mengorbankan peran pentingnya.
Peran di Keluarga: Contoh nyata dari kepemimpinan adalah menjadi pihak yang bertanggung jawab dan mengatur di dalam lingkup keluarga.
Persiapan Diri: Proses menjadi pemimpin melibatkan upaya sadar untuk mempersiapkan diri, mengontrol keadaan, dan mengambil peran sebagai pengatur.
Seorang Muslim harus memiliki keberanian untuk tampil berbeda dan tidak sekadar mengikuti mayoritas jika ingin berjuang.
Laki-laki harus menyadari sepenuhnya tanggung jawab mereka sebagai pemimpin dan pengatur.
“Pentingnya mengevaluasi diri apakah komitmen sebagai pemimpin sudah dijalankan dalam tindakan nyata. Disarankan untuk memilih peran yang bersifat menolong dan mengatur guna mengontrol situasi dengan lebih baik,” pesanya.
Dr. Ustadz Abdul Bahri. Penceramah ketiga menyampaikan Kausalitas Spiritual dan Duniawi: Tindakan yang dilakukan di dunia memiliki dampak atau pengaruh langsung pada dimensi yang lebih tinggi (“di atas”)
Hakekat Dunia: Keperluan atau tujuan duniawi yang tetap dibutuhkan sebagai bagian dari proses tersebut.
Explanations & Examples Dampak Timbal Balik: Pembicara menjelaskan bahwa apa yang dikerjakan manusia di dunia ini akan “berinfeksi” atau memberikan dampak ke atas.
“Keseimbangan: Meskipun berfokus pada dampak spiritual/atas, proses ini tetap memerlukan instrumen atau tujuan duniawi, segala perbuatan di dunia memiliki konsekuensi yang melampaui alam duniawi itu sendiri. Dunia dan akhirat/dimensi atas saling berkaitan, di mana elemen duniawi berfungsi sebagai sarana untuk mencapai dampak di atas,” pesanya.
Kegiatan MABIT Malam ini difokuskan untuk memperkuat pemahaman umat terkait aspek akidah, syariah, dan dakwah.
Program tersebut sengaja dirancang guna menciptakan pengalaman belajar agama yang lebih mendalam, interaktif, serta aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah tantangan era digital saat ini.
Secara geografis, lokasi masjid tempat berlangsungnya acara dinilai sangat strategis karena terletak tepat di sebelah barat Puskesmas Pasrujambe, sehingga memudahkan akses para jamaah yang datang dari berbagai penjuru desa.
“Kami mengajak dan mengundang seluruh sahabat muslim untuk hadir beramai-ramai dalam agenda ini guna melakukan muhasabah dan mengoptimalkan amalan ibadah malam secara kolektif,” ungkap pihak panitia dalam takarir publikasi resminya.
Pihak penyelenggara sejak awal mengimbau jamaah untuk hadir lebih awal sebelum sholat isyak agar pelaksanaan ibadah tetap tertib dan khusyuk.
Selain itu, jamaah juga disarankan tidak perlu membawa perlengkapan ibadah karna perlengkapan sudah tersedia.
Hingga berita ini diturunkan, jalannya kegiatan di lokasi terpantau padat dan tertib.
Kolaborasi antara takmir masjid dan kru lapangan Komunitas Rindu Syariah memastikan sarana ibadah memadai untuk menyambut antusiasme jamaah yang terus berdatangan. ***












