MADIUN, NEWS9 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran terbuka melalui penyelenggaraan Job Fair 2026 yang digelar di Pendopo Ronggo Djumeno Kabupaten Madiun, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia industri secara langsung.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa persoalan pengangguran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, termasuk sektor swasta dan dunia usaha.
“Jumlah pengangguran terbuka ini menjadi persoalan bersama yang harus terus ditekan melalui sinergi antara pemerintah dan seluruh pihak terkait,” ujar Bupati Hari Wuryanto.
Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Madiun mengalami penurunan signifikan dari 4,32 persen pada tahun 2024 menjadi 3,22 persen pada tahun 2025. Jumlah pengangguran juga turun dari 19.285 orang menjadi 14.710 orang.
Capaian tersebut menjadi indikator positif atas berbagai program ketenagakerjaan yang dijalankan Pemkab Madiun.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap menargetkan penurunan angka pengangguran hingga berada pada kisaran 2 hingga 3 persen.
Sebagai bentuk konkret upaya tersebut, Job Fair 2026 digelar selama dua hari, yakni 19–20 Mei 2026, dengan melibatkan sebanyak 60 perusahaan dari berbagai sektor industri.
Sebanyak 32 perusahaan hadir secara langsung di lokasi, sementara 28 perusahaan lainnya mengikuti kegiatan secara daring.
Perusahaan peserta tidak hanya berasal dari wilayah Madiun, tetapi juga dari berbagai daerah lain seperti Pasuruan hingga Kalimantan.
Total lowongan pekerjaan yang tersedia mencapai sekitar 15 ribu posisi dengan kebutuhan tenaga kerja yang beragam.
Menurut data Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun, sekitar 4.500 pencari kerja dari Kabupaten Madiun maupun luar daerah turut mendaftarkan diri dalam kegiatan tersebut.
“Ada perusahaan yang membutuhkan 200 tenaga kerja, 300 tenaga kerja, bahkan ada yang mencapai 2.000 tenaga kerja,” jelasnya.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya area pendopo sejak pagi hari. Para pencari kerja hadir dengan mengenakan pakaian formal, didominasi kemeja putih dan bawahan hitam, sebagai simbol kesiapan memasuki dunia profesional.
Bupati Hari Wuryanto berharap kegiatan bursa kerja tersebut mampu memberikan manfaat optimal, baik bagi perusahaan yang membutuhkan sumber daya manusia berkualitas maupun bagi masyarakat pencari kerja yang ingin memperoleh kesempatan kerja layak.
Dalam pembukaan Job Fair 2026 tersebut, Bupati Madiun turut didampingi Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Sigit Budiarto, jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Madiun. ***












