Warning: opendir(/home/omah2581/public_html/news9.id/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /home/omah2581/public_html/news9.id/wp-includes/load.php on line 981
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan - News 9
BeritaPeristiwa

Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan

12
×

Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
FOTO: Peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). @by_News9.id

JAKARTA, NEWS9 – Kematian lima peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) memicu perhatian serius pemerintah.

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini membentuk tim investigasi gabungan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Tim gabungan itu ditugaskan menghimpun seluruh data dan fakta di lapangan guna memastikan penyebab kematian para peserta selama mengikuti pendidikan.

Hasil penyelidikan akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program SPPI agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, menegaskan proses investigasi telah berjalan dan pemerintah berkomitmen mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

“Kami sudah bentuk tim dan akan menindaklanjuti dengan mencari data-data tambahan untuk mengetahui kenapa hal ini bisa terjadi,” ujar Donny usai rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Berdasarkan informasi awal yang diterima Kemenhan, penyebab kematian kelima peserta tidak sama.

Sebagian diduga mengalami kelelahan saat menjalani proses adaptasi dari kehidupan sipil menuju pola pendidikan disiplin di lingkungan barak militer.

Selain itu, tim investigasi juga menemukan adanya peserta yang memiliki penyakit bawaan meski sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak mengikuti pendidikan.

Donny mengungkapkan, beberapa peserta diketahui memiliki riwayat penyakit paru-paru dan gangguan jantung.

Kondisi tersebut diduga semakin diperparah oleh faktor cuaca serta aktivitas fisik selama masa pelatihan.

“Mungkin cuaca dan sebagainya sehingga menyebabkan kondisi yang sudah terbatas tersebut akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Kesehatan juga telah melakukan upaya pencegahan, terutama untuk menghindari potensi penularan penyakit paru-paru kepada peserta lainnya.

Menurut Donny, hasil investigasi tidak hanya penting untuk mengungkap penyebab kematian lima peserta, tetapi juga menjadi bahan evaluasi terhadap sistem pelaksanaan pendidikan SPPI ke depan, termasuk aspek seleksi kesehatan, pengawasan medis, hingga pola pelatihan.

“Intinya kami ingin secepatnya selesai karena hasil investigasi ini juga penting untuk kami gunakan dalam pelaksanaan pendidikan yang ada saat ini,” tegasnya. ***

Tinggalkan Balasan