BeritaBudaya

Pelatihan Membatik: Langkah Nyata Lensa Madura Jaga Identitas Budaya Nusantara

552
×

Pelatihan Membatik: Langkah Nyata Lensa Madura Jaga Identitas Budaya Nusantara

Sebarkan artikel ini
Foto: Media Lensa Madura, bekerja sama dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Esensi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA), saat menggelar pelatihan membatik, @by_News9.id
Foto: Media Lensa Madura, bekerja sama dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Esensi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA), saat menggelar pelatihan membatik, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Media Lensa Madura, bekerja sama dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Esensi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA), menggelar kegiatan pelatihan membatik untuk generasi milenial sebagai langkah konkret melestarikan batik lokal khas Sumenep, Madura.

Acara yang berlangsung pada 7-8 Desember 2024 ini juga dirangkaikan dengan Diklat Jurnalistik bertema “Generasi Milenial, Masa Depan Indonesia Emas 2045“.

Bertempat di Kampus STITA dan Wirausaha Muda Sumenep (WMS), kegiatan ini diikuti oleh 34 peserta dari kalangan Gen Z dan milenial.

Para peserta belajar langsung proses membatik mulai dari mendesain pola, mencanting, pewarnaan, hingga pelorotan malam.

Desain-desain yang dibuat pun sarat dengan kearifan lokal, seperti motif keris dan kerapan sapi yang menjadi ciri khas budaya Madura.

“Alhamdulillah, meskipun masih agak kaku, saya senang mendapat pengalaman baru ini,” ujar Aulia Safitri, peserta asal Sepanjang, Kepulauan Sapeken, yang mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan membatik, Sabtu (7/12/2024).

Direktur Utama Lensa Madura, Abd Muksidyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga memberikan peluang ekonomi kepada generasi muda.

“Kami ingin anak-anak muda tidak hanya belajar, tetapi juga mampu memanfaatkan keterampilan membatik ini untuk menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan,” ungkap Muksidyanto.

Ia juga berterima kasih kepada para sponsor, seperti SKK Migas, KKKS Kangean Energy Indonesia (KEI), Petronas, Husky Cnooc Madura Limited (HCML), Medco Energy, Pertamina EP, dan Pelindo, yang selalu mendukung program pengembangan sumber daya manusia di Sumenep.

Muksidyanto menambahkan bahwa batik adalah identitas budaya yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda sejak 2009.

“Setiap daerah, termasuk Sumenep, memiliki ciri khas batik yang menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa. Oleh karena itu, melestarikan batik adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Selain itu, melalui pelatihan tersebut diharapkan generasi milenial dapat memahami nilai-nilai intrinsik dalam seni batik tulis, sekaligus meningkatkan daya saing pengrajin lokal.

“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya mengedukasi generasi muda, tetapi juga memacu kreativitas mereka untuk menciptakan peluang usaha baru yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat daerah,” tambahnya.

Dengan semangat kolaborasi dan pelestarian budaya, kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menjaga batik sebagai warisan bangsa sekaligus membuka jalan bagi pengembangan ekonomi lokal. ***

Tinggalkan Balasan

>