SUMENEP, NEWS9 – Pemerintah Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, menggelar tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus pembacaan sholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Lenteng tersebut mengusung tema “Harmonisasi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat”.
Acara dihadiri jajaran Forkopimka Lenteng, para kepala desa, kiai, serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Lenteng.
Dalam sambutannya, Camat Lenteng Ir. Supardi menyampaikan evaluasi sekaligus apresiasi terhadap seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI yang telah berlangsung sejak 3 hingga 26 Agustus 2026.
Menurut Supardi, suksesnya berbagai kegiatan tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, jajaran Forkopimka, serta seluruh elemen masyarakat.
“Rangkaian kegiatan dari tanggal 3 hingga 26 Agustus dapat berjalan lancar, aman, dan kondusif berkat sinergi serta koordinasi yang solid antara forum pimpinan kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Supardi.
Namun, di balik momentum tasyakuran tersebut, Supardi juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap berbagai ancaman sosial yang berkembang di era digital.
Dia meminta para kepala desa bersama seluruh perangkat dan tokoh masyarakat meningkatkan pengawasan di lingkungan masing-masing, terutama terhadap persoalan pinjaman online (pinjol), judi online (judol), dan narkoba.
“Saya mengimbau seluruh warga dan meminta peran aktif para kepala desa untuk memperketat pengawasan serta pelaporan di wilayahnya masing-masing. Kita harus mewaspadai bahaya pinjaman online, judi online, dan narkoba yang berpotensi merusak tatanan sosial warga,” tegasnya.
Sementara itu, K. Junaidi dalam tausiyahnya menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan ketenangan hati sebagai salah satu fondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis.
Ia menyampaikan bahwa kondisi hati memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan jiwa sekaligus perilaku seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, hati yang baik dan bersih menjadi salah satu akar terciptanya ketenangan serta kebahagiaan, baik dalam lingkungan keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.
“Menjaga hati sangat penting bagi setiap individu. Kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT agar hati tetap tenang, bahagia, dan terhindar dari penyimpangan sosial,” tuturnya.
Kegiatan tasyakuran tersebut diawali dengan doa bersama dan pembacaan sholawat. ***
Penulis : Ifal
Editor : Seno CS
Sumber Berita: https://News9.id









