Jadi Panggung Kolaborasi Budaya Jawa Timur, 12 Daerah Tampilkan Kesenian Unggulan di MCF 2026

- Editorial Team

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Salah satu penampilan beragam kesenian khas dari masing-masing daerah. @by_News9.id

FOTO: Salah satu penampilan beragam kesenian khas dari masing-masing daerah. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Madura Culture Festival (MCF) 2026 Kabupaten Sumenep menjadi panggung kolaborasi seni dan budaya antardaerah di Jawa Timur.

Sebanyak 12 kabupaten/kota ambil bagian dengan menampilkan beragam kesenian khas dari daerah masing-masing.

Kehadiran berbagai daerah tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas, tradisi, serta kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang di berbagai wilayah Jawa Timur.

Pada hari pertama pelaksanaan, sejumlah kabupaten/kota tampil membawa karya seni unggulan masing-masing.

Kabupaten Sumenep membuka rangkaian pertunjukan dengan Tari Sonar Mosem Nemor.

Penampilan kemudian dilanjutkan Kabupaten Tuban dengan Tari Mustikaning Kenya, disusul Kota Probolinggo yang membawakan Tari Nyareh Jukok.

Baca Juga:  Ainur Rahman Bantah Tuduhan Pengkondisian Rp 200 Juta dalam Kasus BSPS

Kabupaten Bondowoso turut memperkenalkan Wirogo Singo Konah, sementara Kota Blitar tampil dengan Tari Pleret.

Kemegahan panggung budaya MCF 2026 semakin semarak dengan penampilan Kabupaten Malang melalui Tari Sekar Tunjung Biru dan Kabupaten Pasuruan yang membawakan Tari Gelora Pesisir.

Sementara pada hari kedua, panggung MCF kembali diramaikan enam daerah lainnya. Kabupaten Nganjuk menampilkan Tari Anjuk Ladang Tumandang, Kabupaten Banyuwangi hadir dengan Tari Majestik, sedangkan Kabupaten Situbondo membawa Tari Bheko Tambeng.

Berikutnya, Kabupaten Bangkalan menampilkan Tari Arojung Paseseran, Kabupaten Sampang membawakan Tari Kerabhen Sape, dan Kabupaten Pamekasan tampil dengan Tari Sandoreng.

Baca Juga:  Korban Dipanggil Polisi Usai Laporkan Dugaan Penganiayaan Pegawai DPUTR Sumenep

Bupati Sumenep mengatakan, kehadiran 12 kabupaten/kota tersebut menjadikan MCF 2026 sebagai ruang perjumpaan berbagai warna budaya yang ada di Jawa Timur.

“Kehadiran kabupaten/kota menjadikan MCF 2026 sebagai ruang perjumpaan berbagai warna budaya Jawa Timur, mulai wilayah Madura, Tapal Kuda, hingga kawasan Jawa Timur lainnya,” kata Bupati Achmad Fauzi di MCF 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, kolaborasi antardaerah dalam festival budaya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan tradisi lokal agar tetap dikenal masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca Juga:  Skandal Rokok Ilegal, BC Madura Dituding Jadi Tameng Mafia Sinar Gudang Emas

Pemerintah Kabupaten Sumenep juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur yang telah berpartisipasi dalam MCF 2026.

Partisipasi tersebut dinilai menunjukkan semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam menjaga, melestarikan, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah kepada masyarakat luas.

“Apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kabupaten dan kota yang ikut bersama-sama memeriahkan Madura Culture Festival, sehingga kebersamaan ini menjadi kekuatan dalam menyukseskan festival budaya,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Ifal

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rembug Keroncong Nasional 2026 di Semarang, Rajut Komunitas Perkuat Ekosistem Menuju Masa Depan Keroncong Indonesia
MEC 2026 Siap Digelar, Puluhan Peserta Bawa Kreasi Keraton Sumenep
Festival Tong Tong se-Madura 2026 Siap Guncang Jalanan Kota Sumenep
PSHT Pusat Madiun Peringati HUT ke-104, Teguhkan Nilai Persaudaraan dan Pengabdian kepada Masyarakat
Spektakuler Pemuda Tambelangan Bersatu Sukses Gelar TFC ke 6 
Gemerlap Petik Laut Rawatan Samudra 2026, Tradisi Leluhur Menjaga Laut Masalembu
Doa Sang Proklamator 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Merawat Nasionalisme
Idul Adha Bukan Sekadar Penyembelihan, Melainkan Simbol Keikhlasan, Kemanusiaan, dan Kepedulian Sosial
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Rembug Keroncong Nasional 2026 di Semarang, Rajut Komunitas Perkuat Ekosistem Menuju Masa Depan Keroncong Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 - 14:53 WIB

MEC 2026 Siap Digelar, Puluhan Peserta Bawa Kreasi Keraton Sumenep

Sabtu, 5 September 2026 - 15:11 WIB

Festival Tong Tong se-Madura 2026 Siap Guncang Jalanan Kota Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 20:41 WIB

PSHT Pusat Madiun Peringati HUT ke-104, Teguhkan Nilai Persaudaraan dan Pengabdian kepada Masyarakat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Spektakuler Pemuda Tambelangan Bersatu Sukses Gelar TFC ke 6 

Berita Terbaru

FOTO: Polresta Sumenep. @by_News9.id

HUKRIM

Pegawai Dinas PUTR Sumenep Jadi Tersangka

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:46 WIB