BeritaPeristiwa

Pedagang Food Colony Resah: Diminta Bayar Uang Keamanan Usai Kasus Kehilangan

338
×

Pedagang Food Colony Resah: Diminta Bayar Uang Keamanan Usai Kasus Kehilangan

Sebarkan artikel ini
Foto: Surat pernyataan yang tidak jelas dari siapa dan mengharuskan membayar iuran kebersihan dan keamanan harian. @by_News9.id
Foto: Surat pernyataan yang tidak jelas dari siapa dan mengharuskan membayar iuran kebersihan dan keamanan harian. @by_News9.id

PAMEKASAN, NEWS9 – Para pedagang di Food Colony Pamekasan, Jalan Kesehatan No. 03-05, Kecamatan Kota, dilanda keresahan setelah insiden kehilangan tabung gas elpiji beberapa minggu lalu.

Bukannya mendapat perlindungan, mereka justru disodorkan surat pernyataan yang mengharuskan membayar iuran kebersihan dan keamanan harian.

Surat tersebut diduga berasal dari salah satu oknum Kepala Bidang (Kabid) UMKM melalui tangan kanan yang ditunjuk oleh Dinas Koperasi (Diskop) sebagai pihak keamanan di area tersebut.

Dalam surat itu, pedagang diminta menyetujui pembayaran uang kebersihan sebesar Rp2.000 dan uang keamanan Rp1.000 per hari, yang harus dibayarkan secara terpisah untuk kejelasan pengelolaan.

Uang kebersihan akan diserahkan kepada Diskop, sementara uang keamanan akan dikelola pihak ketiga bernama Bambang (CS).

Yang lebih memprihatinkan, uang keamanan tersebut wajib dibayarkan setiap hari selama alat peraga dagang berada di area Food Colony.

Pedagang merasa keberatan karena keputusan itu terkesan mendadak dan tidak transparan. Bahkan, ada dugaan intimidasi dalam prosesnya.

“Kalau tidak mau menandatangani surat pernyataan itu, alat peraga jualan disuruh dibawa pulang,” ungkap salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya, Rabu (19/3/2025).

Selain itu, pedagang meragukan efektivitas sistem keamanan yang diterapkan.

“Setelah insiden kehilangan, bukannya mendapat jaminan keamanan, kami malah ditekan untuk bayar iuran. Harusnya Diskop yang bertanggung jawab, bukan lepas tangan,” lanjutnya.

Para pedagang mendesak Kepala Diskop turun langsung ke lapangan untuk memantau kinerja anak buahnya dan mendengar langsung keluhan para pedagang.

Namun, hingga berita ini ditayangkan, Kepala Diskop belum memberikan tanggapan meski telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Perkembangan situasi di Food Colony Pamekasan tersebut akan terus dipantau.

Para pedagang berharap ada transparansi dan kebijakan yang lebih adil demi kenyamanan berjualan di area tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

>