Pemkab Lumajang Memperkuat Barisan Untuk Melawan TPPO Dengan Koordinasi Lintas Sektor

- Editorial Team

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), @by_News9.id

FOTO: Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menegaskan komitmennya untuk melawan dan mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Langkah itu diambil sebagai respon atas meningkatnya potensi ancaman TPPO, terutama yang menyasar kelompok rentan di daerah.

Dalam kegiatan Sosialisasi Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO di Hall Vision Vista, Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menyatakan bahwa TPPO bukan kejahatan biasa, melainkan kejahatan sistemik yang menguji kapasitas respons negara. Merupakan kejahatan serius yang mengancam martabat dan hak asasi manusia, Kamis (07/08/2025).

Kegiatan tersebut mempertemukan perwakilan dari 13 Polres dan Polresta se-Jawa Timur, termasuk Sidoarjo, Malang, Jember, Probolinggo, dan Banyuwangi.

Pertemuan itu bukan sekadar seremoni, tetapi titik tolak penting untuk membangun sistem komando yang lebih tanggap dalam menghadapi pola kejahatan lintas daerah yang terus berkembang.

Baca Juga:  Kepedulian Babinsa Kunir Lor: Bersama Warga, Bangun Akses Pemakaman yang Lebih Baik

Oleh sebab itu, diperlukan kerjasama yang solid antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga perlindungan, dan masyarakat.

“TPPO adalah kejahatan terorganisir. Ia bekerja secara diam-diam, melewati batas administratif, dan memangsa kelompok paling rentan. Kita tidak bisa melawannya dengan cara biasa. Diperlukan kecepatan informasi, kekompakan antarwilayah, dan kesigapan dalam bertindak,” tegas Bunda Indah.

Sejak tahun 2022, Lumajang telah membentuk Gugus Tugas TPPO melalui SK Bupati Nomor 188.45/522/427.12/2022, dengan mandat tak hanya mencegah dan menindak, tapi juga menjamin perlindungan menyeluruh bagi korban.

Gugus tugas tersebut didorong bekerja lintas sektor yang melibatkan penegak hukum, perangkat desa, Dinas Tenaga Kerja, hingga aparat imigrasi.

Baca Juga:  Ranu Lading, Permata Tersembunyi Lumajang yang Tawarkan Keindahan

Data lokal menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Sebanyak 17 korban berasal dari Kecamatan Kunir, 8 dari Kecamatan Lumajang, dan sekitar 200 dari Kecamatan Pasirian.

Mayoritas dari mereka menjadi korban eksploitasi tenaga kerja melalui skema penipuan dan rekrutmen ilegal.

“Angka itu bukan hanya statistik. Itu adalah wajah-wajah anak bangsa yang gagal kita jaga. Lumajang harus bersikap sebagai wilayah siaga, bukan hanya titik transit,” ungkap Bunda Indah, menekankan urgensi deteksi dini.

Sebagai langkah inovatif, Lumajang mengembangkan dua sistem digital: SIAPkerja dan Siskop2mi.

Aplikasi tersebut memungkinkan masyarakat mengakses jalur kerja ke luar negeri yang legal, aman, dan transparan.

Hingga kini, lebih dari 1.100 warga telah menggunakan layanan ini.

Baca Juga:  Semangat TMMD ke-123, TNI dan Warga Plester Dinding Jembatan di Desa Burno Meski Panas Terik

Meski begitu, tantangan koordinasi masih besar. Bunda Indah menyoroti lemahnya interoperabilitas data antarwilayah, minimnya sistem peringatan dini, dan belum optimalnya keterlibatan desa dalam pencegahan dini.

“Forum ini jangan berhenti di tataran retorika. Kita harus keluar dari pola kerja parsial. Sistem perlindungan warga harus dibangun secara integratif. Jika wilayah bekerja sendiri-sendiri, sindikat akan selalu satu langkah di depan,” tandasnya.

Ia menutup dengan ajakan lugas memperkuat solidaritas antarwilayah sebagai pagar hidup melawan perdagangan manusia.

Mendorong peran aktif tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi perempuan untuk membantu deteksi dini indikasi perdagangan orang.

“Jangan biarkan satu orang pun menjadi korban karena kelambanan kita membaca ancaman”, pungkasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027
Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep
Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional
Kejati Jatim Beri Penghargaan Kepada PKN
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:22 WIB

BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIB

AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera

Rabu, 30 September 2026 - 18:42 WIB

Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027

Berita Terbaru

FOTO: Sulaisi Abdurrazaq, S.H.I., M.I.P., selaku kuasa hukum Mahyuni. @by_News9.id

HUKRIM

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:51 WIB