Warning: opendir(/home/omah2581/public_html/news9.id/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /home/omah2581/public_html/news9.id/wp-includes/load.php on line 981
Proyek Irigasi Boreng Senilai Rp1,2 M Jadi Sorotan, LSM AMPEL Temukan Kejanggalan - News 9
BeritaPeristiwa

Proyek Irigasi Boreng Senilai Rp1,2 M Jadi Sorotan, LSM AMPEL Temukan Kejanggalan

412
×

Proyek Irigasi Boreng Senilai Rp1,2 M Jadi Sorotan, LSM AMPEL Temukan Kejanggalan

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Proyek CV. Bumi Lestarindo dan berlokasi tak jauh dari proyek tanggul sungai (DAM) Gambiran
Foto: Pelaksana Proyek CV. Bumi Lestarindo dan berlokasi tak jauh dari proyek tanggul sungai (DAM) Gambiran, @by_News9.id

LUMAJANG, News9 – Proyek Pemeliharaan Jaringan Irigasi Boreng dan Perkuatan Sayap Bendung Boreng di Kabupaten Lumajang, dengan nilai anggaran Rp1,2 miliar dari APBD 2024 melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur, menuai sorotan publik.

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Bumi Lestarindo dan berlokasi tak jauh dari proyek tanggul sungai (DAM) Gambiran, namun berbeda kontraktor.

Ketua LSM Pemerhati Lingkungan AMPEL, Arsyad Subekti, bersama awak media, mengunjungi lokasi proyek pada Rabu (20/11/2024).

Ia mengungkapkan adanya dugaan kejanggalan terkait pelaksanaan proyek yang dapat memunculkan persepsi negatif di masyarakat.

“Proyek ini lokasinya dekat dengan pekerjaan DAM Gambiran yang masih berjalan, tapi dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda. Ini menjadi tanda tanya, karena seolah berada dalam satu kompleks,” ujar Arsyad.

Saat kunjungan, Arsyad juga mencatat bahwa papan informasi proyek sempat tidak terlihat di lokasi. Namun, setelah melaporkan hal ini kepada PU SDA Kabupaten Lumajang, Prabowo kepala dinas terkait mengirimkan foto via WhatsApp yang menunjukkan papan proyek telah terpasang, meski kemudian diketahui bahwa posisinya berpindah tempat.

“Ada, Cak, papan informasi proyeknya. Bahkan lengkap dengan titik koordinatnya,” kata Arsyad membacakan balasan pesan WhatsApp dari Prabowo.

Arsyad juga menyoroti kualitas pengerjaan proyek yang dinilai kurang memenuhi standar mutu. Menurutnya, hasil pekerjaan terlihat kurang maksimal dan perlu evaluasi lebih lanjut.

“Kualitas pekerjaannya tampak kurang bagus dan tidak memenuhi standar mutu,” tambahnya.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala PU SDA Kabupaten Lumajang, Prabowo, berjanji akan segera melakukan inspeksi ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

“Saya sudah berusaha melaporkan hal ini, dan pihak PU SDA Kabupaten Lumajang mengatakan akan melakukan cross-check ke lapangan,” ujar Arsyad.

Sorotan terhadap proyek ini menambah daftar panjang perhatian publik terhadap pelaksanaan program infrastruktur di Lumajang. Transparansi dan mutu pengerjaan menjadi hal yang dituntut oleh masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan