BeritaPeristiwa

Proyek P3-TGAI Desa Sera Barat Diduga Sarat Korupsi Terselubung

458
×

Proyek P3-TGAI Desa Sera Barat Diduga Sarat Korupsi Terselubung

Sebarkan artikel ini
Proyek P3-TGAI Desa Sera Barat Diduga Sarat Korupsi Terselubung
FOTO: Lokasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air dan Irigasi (P3-TGAI) di Desa Sera Barat, yang dikerjakan oleh CV Sumber Makmur. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air dan Irigasi (P3-TGAI) di Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Sumber Makmur itu dinilai asal jadi, jauh dari spesifikasi teknis, serta minim transparansi publik.

Pantauan di lokasi pada Sabtu, 6 September 2025, menemukan sederet kejanggalan.

Galian saluran irigasi tidak memenuhi standar kedalaman dan lebar, sementara pemasangan batu pondasi hanya ditumpuk seadanya, tanpa ikatan dan susunan yang rapi.

“Kalau seperti ini dibiarkan, saluran irigasi pasti cepat rusak. Pekerjaan tidak sesuai harapan warga,” ungkap salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, Minggu (7/9/2025).

Selain mutu yang dipertanyakan, progres proyek juga tersendat.

Hingga awal September, pembangunan masih jalan di tempat, padahal seharusnya sudah menunjukkan perkembangan signifikan.

Sementara itu, Kepala Desa Sera Barat, Munasit, saat dikonfirmasi tidak menampik adanya masalah dalam pengerjaan proyek tersebut.

Ia menyebut kendala teknis dan manajemen tenaga kerja menjadi faktor penghambat.

“Memang ada hambatan pasokan material dan tukang sering bersamaan dengan pekerjaan lain. Kami sudah menegaskan kepada pelaksana agar mempercepat pengerjaan sekaligus menjaga kualitasnya,” tegas Munasit.

Namun, yang paling mencolok adalah tidak adanya papan informasi proyek di lokasi.

Padahal, sesuai aturan, proyek yang didanai negara wajib mencantumkan detail kegiatan, nilai anggaran, pelaksana, hingga durasi pelaksanaan.

“Kami sebagai warga tidak tahu berapa anggarannya, siapa pelaksananya, dan kapan selesai. Semua serba gelap, padahal seharusnya terbuka,” keluh warga lainnya.

Pemerintah desa mengaku sudah melayangkan protes kepada pelaksana agar segera memasang papan proyek sesuai ketentuan transparansi.

Menanggapi kritik tersebut, pihak CV Sumber Makmur akhirnya berjanji akan menindaklanjutinya.

“Saya sudah menghubungi pendamping lapangan agar segera memasang papan informasi proyek di lokasi,” ujar salah satu perwakilan CV Sumber Makmur.

Kendati begitu, publik menilai janji semacam itu hanya bagian dari formalitas belaka.

Tanpa pengawasan ketat, proyek yang dibiayai dari uang rakyat itu dikhawatirkan akan menjadi sekadar proyek asal jadi, merugikan masyarakat, sekaligus mencoreng kepercayaan publik terhadap program pemerintah pusat. ***

Tinggalkan Balasan

>