Warning: opendir(/home/omah2581/public_html/news9.id/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /home/omah2581/public_html/news9.id/wp-includes/load.php on line 981
Perkembangan Demplot dan Pemasaran Bioslurry bersama Poktan Jaya Abadi Dusun Gunung Tangis - News 9
BeritaPertanian

Perkembangan Demplot dan Pemasaran Bioslurry bersama Poktan Jaya Abadi Dusun Gunung Tangis

255
×

Perkembangan Demplot dan Pemasaran Bioslurry bersama Poktan Jaya Abadi Dusun Gunung Tangis

Sebarkan artikel ini
Perkembangan Demplot dan Pemasaran Bioslurry bersama Kelompok Tani Jaya Abadi Dusun Gunung Tangis
FOTO: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) membangun desa saat menggelar sosialisasi perkembangan demplot dan pemasaran pupuk Bioslurry bersama Kelompok Tani Jaya Abadi. @by_News9.id

PAMEKASAN, NEWS9 – Program pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Produksi hingga Pemasaran Pupuk Bioslurry dari Biogas Sistema untuk Kesejahteraan Berkelanjutan” resmi disosialisasikan di Dusun Gunung Tangis, Kecamatan Pamekasan, Madura, Sabtu (20/9/2025).

Kegiatan itu merupakan bagian dari hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Diktisaintek 2025, diketuai oleh Sri Ratna Triyasari, SP., MP. dari Universitas Trunojoyo Madura.

Anggota Nurul Hidayati, S.Si., M.Si. dari Universitas Madura dan Choirul Umam, S.TP., M.T dari Universitas Madura.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) membangun desa menggelar kegiatan sosialisasi perkembangan demplot dan pemasaran pupuk Bioslurry bersama Kelompok Tani Jaya Abadi, Desa Rek Kerek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh antusias dan dukungan dari para petani setempat.

Dalam kegiatan itu, Muhammad Fa’id, mahasiswa KKN, memaparkan perkembangan demplot tanaman jagung yang sedang diuji coba menggunakan tiga perlakuan berbeda, yaitu kombinasi pupuk NPK dengan Bioslurry, pupuk NPK saja, dan pupuk kandang.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata kepada para petani mengenai efektivitas penggunaan Bioslurry dalam meningkatkan produktivitas tanaman jagung,” terangnya.

Selain itu, Zaky, mahasiswa Agribisnis, juga memperkenalkan program rencana pemasaran pupuk Bioslurry dengan dua sistem, yakni penjualan tunai dan biorefil.

Dalam skema biorefil, kelompok tani dapat memperoleh pupuk Bioslurry dengan menukarkan limbah pertanian atau kotoran hewan.

Limbah tersebut nantinya akan dimanfaatkan kembali oleh peternakan sebagai pakan dan bahan baku biogas, sehingga menciptakan siklus ekonomi pertanian yang berkelanjutan.

Kegiatan itu mendapat sambutan positif dari seluruh pihak, terutama Kelompok Tani (Poktan) Jaya Abadi, yang menyatakan komitmennya untuk menjadi mitra aktif dalam pengembangan demplot, pemanfaatan Bioslurry, serta penerapan sistem pemasaran inovatif tersebut.

“Langkah ini diharapkan menjadi awal bagi terwujudnya pertanian ramah lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tani di Pamekasan,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

2