BeritaPendidikan

Evelyn dan Lora Harumkan SDK Sang Timur Sumenep

341
×

Evelyn dan Lora Harumkan SDK Sang Timur Sumenep

Sebarkan artikel ini
Evelyn dan Lora Harumkan SDK Sang Timur Sumenep-09-01_at_12.22.49_(1)_copy_700x512
FOTO: Evelyn dan Lora, yang sukses mengharumkan nama sekolah dalam ajang Lomba Bertutur Cerita Rakyat tingkat Kabupaten. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Sekolah Dasar Katolik (SDK) Sang Timur Sumenep, Madura, kembali mencetak prestasi membanggakan.

Kali ini, bukan lewat capaian akademik, melainkan lewat panggung budaya.

Dua siswinya, Evelyn dan Lora, sukses mengharumkan nama sekolah dalam ajang Lomba Bertutur Cerita Rakyat tingkat Kabupaten Sumenep yang digelar Perpusda setempat pada 1 September 2025.

Dengan penguasaan cerita dan penampilan memukau, Evelyn meraih Juara 2, sementara Lora menyabet Juara Harapan 3.

Prestasi itu merupakan bukti bahwa generasi muda Sang Timur tidak hanya cerdas dalam kelas, tetapi juga mampu menjaga warisan budaya lewat seni bertutur.

Kepala Sekolah SDK Sang Timur, Hendrika Rambu Kambang, S.Pd (Sr. Clara Vita, PIJ), menegaskan kemenangan tersebut adalah bukti bahwa pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada akademik.

“Prestasi Evelyn dan Lora menjadi inspirasi bagi kita semua. Mereka menunjukkan bahwa siswa Sang Timur mampu menjaga nilai-nilai luhur bangsa sekaligus tampil percaya diri melalui seni bertutur,” ujarnya.

Keberhasilan itu tidak datang tiba-tiba. Evelyn dan Lora menjalani latihan intensif bersama guru pembimbing, mengasah intonasi, ekspresi, hingga pendalaman karakter. Hasilnya, keduanya tampil percaya diri di panggung, memikat juri dan audiens.

“Lomba bertutur ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan. Namun adalah ruang penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap cerita rakyat, yang selama ini mulai terpinggirkan oleh gempuran budaya populer,” ternganya.

SDK Sang Timur membuktikan bahwa sekolah masih bisa menjadi benteng budaya, sekaligus wadah menyiapkan generasi muda yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakar pada identitas lokal.

“Prestasi Evelyn dan Lora menjadi alarm bagi sekolah-sekolah lain, melestarikan budaya bukan pilihan, melainkan kewajiban,” pungkas Kepala Sekolah SDK Sang Timur. ***

Tinggalkan Balasan

2