BANYUWANGI, News9 – Proyek jaringan irigasi Balai Besar Bondowoso di Dusun Arjosari, Desa Bedewang, Kecamatan Songgon, memicu kontroversi setelah dugaan ketidakterbukaan informasi dan kecurangan mencuat ke publik.
Temuan ini bermula dari keluhan warga yang mendorong sejumlah awak media untuk melakukan peliputan di lokasi pada Rabu (20/11/24).
Seorang pekerja proyek yang mengaku sebagai mandor, tanpa menyebutkan identitasnya, memberikan informasi bahwa proyek tersebut milik seseorang bernama Erwin dari Kalibaru.
Namun, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Erwin menyangkal keterlibatan dalam proyek tersebut.
“Bukan, Mas. Itu bukan proyek saya. Itu milik CV Pratama Jaya,” jelas Erwin.
Sementara itu, Agung, pelaksana dari CV Pratama Jaya, menegaskan bahwa papan informasi proyek telah terpasang dan didokumentasikan.
Namun, pernyataan tersebut tidak sesuai dengan temuan awak media di lokasi, di mana papan informasi tidak terlihat.
“Papan nama proyek telah terpasang kok, Mas, karena sudah ada dokumentasinya,” ujar Agung.

Awak media menemukan indikasi bahwa proyek tersebut tidak berjalan sesuai standar.
Pondasi yang digali terlihat minim dan masih tergenang air, sehingga berpotensi menurunkan kualitas pekerjaan.
Fakta ini menambah keraguan terhadap mutu proyek yang menelan anggaran sebesar Rp196.045.000,00 dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU-SDA), UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Sampean Setail.
Ketua Info Warga Banyuwangi (IWB), Abi Arbain, turut memberikan perhatian terhadap kasus tersebut.
“Jika sejak awal pengerjaan sudah ada potensi kecurangan, maka pihak penerima manfaat, yakni masyarakat, yang akan dirugikan. Hasil akhir proyek inilah yang akan menjadi bukti mutu pekerjaannya,” jelas Abi Arbain.
IWB berkomitmen untuk memantau proyek-proyek yang menggunakan dana publik.
Abi menegaskan, apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan anggaran, pihaknya akan melaporkan ke kementerian terkait agar kontraktor lebih berhati-hati dalam menjalankan tanggung jawabnya.
“Kami akan terus memantau semua pekerjaan yang bersumber dari pajak rakyat. Jika ada temuan pelanggaran, kami tidak segan untuk berkirim laporan ke pihak terkait,” tambahnya.
Ketidakterbukaan pihak proyek, mulai dari informasi pemilik hingga keberadaan papan nama proyek, menjadi sorotan.
Hal itu menimbulkan pertanyaan besar tentang manajemen proyek yang diawasi oleh Balai Besar Bondowoso.
Apakah ketidakjelasan ini disengaja untuk menutupi hal tertentu? Dengan anggaran yang cukup besar dan berasal dari uang rakyat, transparansi menjadi hal wajib demi kepercayaan publik. ***













>