BeritaPeristiwa

PDM Sumenep Bongkar Peredaran Narkoba di Kepulauan

57
×

PDM Sumenep Bongkar Peredaran Narkoba di Kepulauan

Sebarkan artikel ini
PDM Sumenep Bongkar Peredaran Narkoba di Kepulauan
FOTO: Dr. Moh. Zeinudin, S.H., S.H.I., M.Hum., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Peredaran narkotika di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura, kian mengkhawatirkan dan menunjukkan pola yang semakin terorganisir.

Kondisi geografis yang terdiri dari ratusan pulau dinilai menjadi celah empuk bagi jaringan narkoba untuk menyusup melalui jalur laut.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep, Moh. Zeinuddin, menegaskan bahwa lemahnya pengawasan di kawasan kepulauan memperbesar ruang gerak sindikat narkotika.

Sepanjang tahun 2025 saja, aparat penegak hukum mencatat penyitaan sekitar 52 kilogram sabu di wilayah Kepulauan Masalembu.

Situasi kian memanas di awal 2026. Publik dikejutkan dengan penemuan paket mencurigakan yang diduga kokain seberat 27,83 kilogram di Pulau Giligenting.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa wilayah kepulauan Sumenep tengah menjadi lintasan strategis peredaran narkoba skala besar.

“Ini alarm keras bagi penegakan hukum dan ketahanan sosial masyarakat. Ini bukan kejahatan biasa, melainkan kejahatan terorganisir dengan modus yang rapi,” tegas Moh. Zeinuddin, Sabtu (18/4/2026).

Ia tidak menampik adanya kelemahan serius dalam sistem pengawasan dan intelijen. Berulangnya kasus serupa menjadi indikator bahwa negara belum sepenuhnya hadir menjaga wilayah kepulauan.

“Faktanya kita kebobolan lagi. Ini menunjukkan pengawasan kita masih lemah,” ujarnya lugas.

PDM Sumenep mendesak penguatan sistem pengawasan terpadu di wilayah kepulauan, termasuk peningkatan patroli laut dan optimalisasi fungsi intelijen.

Tidak hanya itu, sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat dinilai menjadi kunci memutus rantai peredaran narkotika.

Penindakan hukum pun diminta tidak berhenti pada pelaku lapangan semata. Aparat ditantang menembus jaringan hingga ke level bandar dan aktor intelektual yang mengendalikan peredaran dari balik layar. ***

Tinggalkan Balasan

>