Warga Kramian Tantang Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Bongkar Aliran Uang Rakyat

- Editorial Team

Kamis, 13 November 2025 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Bupati Sumenep, Achamad Fauzi Wongsojudo dan harapan masyarakat Desa Kramian, Masalembu. @by_News9.id

FOTO: Bupati Sumenep, Achamad Fauzi Wongsojudo dan harapan masyarakat Desa Kramian, Masalembu. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Masyarakat Desa Kramian, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, meluapkan kegeraman terhadap Penjabat (PJ) Kepala Desa mereka, Moh. Idris, yang dinilai gagal dalam aspek transparansi dan pelayanan publik.

Warga menilai, penggunaan anggaran dana desa (DD) selama dua tahun terakhir, 2023–2024, patut dipertanyakan.

Meski dana desa dikabarkan terus mengalir dari pemerintah pusat, namun pembangunan infrastruktur di Kramian justru nyaris nol.

“Kami bukan menyerang pribadinya, tapi jabatannya sebagai PJ Desa Kramian. Jabatan publik itu harus dikritik. Kami melihat penggunaan dana desa tidak transparan, pembangunan jalan tidak ada, sementara anggarannya tetap turun setiap tahun,” ujar salah satu warga Kramian, Kamis (13/11/2025).

Warga juga menyoroti minimnya pelayanan dan eksklusivitas kepemimpinan Idris dalam mengelola kebijakan pembangunan.

Baca Juga:  Dinsos P3A Sumenep Salurkan Zakat Fitrah ASN Rp146 Juta

Mereka menilai PJ Desa kerap menutup diri dari kritik dan aspirasi masyarakat.

“Jangan menghegemoni pikiran warga bahwa dana desa sudah tepat sasaran. Faktanya, banyak jalan rusak diperbaiki dengan dana patungan masyarakat. Bukankah itu tanggung jawab pemerintah desa?” tegas warga lainnya dengan nada kesal.

Masyarakat Kramian menegaskan, kritik tersebut bukan bentuk kebencian pribadi, melainkan panggilan moral agar pemerintah desa tidak abai terhadap kebutuhan warganya.

Baca Juga:  AKD Bluto Bahas Ketahanan Pangan dan Keaktifan BUMDes

Mereka berharap dan meminta dengan hormat kepada Bupati Sumenep, Achamad Fauzi Wongsojudo agar segera turun tangan menelusuri aliran dana desa agar jelas penggunaannya.

“Kami ingin pembangunan yang nyata. Jangan karena benci pada satu orang, lalu fasilitas di lingkungannya tidak diperhatikan. Jalan rusak dibiarkan karena alasan personal, ini cara berpikir yang berbahaya,” imbuh warga.

Warga mendesak agar PJ Desa Moh. Idris juga lebih terbuka dalam pengelolaan keuangan desa serta memfokuskan dana desa untuk kepentingan masyarakat, terutama infrastruktur dan pemberdayaan manusia.

“Desa Kramian tidak butuh opini, tapi bukti. Dana desa itu amanah rakyat. Kami hanya ingin transparansi dan pembangunan yang bisa dirasakan semua warga,” tandas mereka. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027
Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep
Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional
Kejati Jatim Beri Penghargaan Kepada PKN
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIB

AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera

Rabu, 30 September 2026 - 18:42 WIB

Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027

Rabu, 30 September 2026 - 17:05 WIB

Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep

Berita Terbaru

FOTO: Kepala Puskesmas Robatal, Benny Irawan, saat digiring ke Polres Sampang. @by_News9.id

Headline

Kapus Robatal Digiring ke Polres Sampang Usai Penggerebekan

Kamis, 8 Okt 2026 - 20:06 WIB