Gedung Sekolahan di Kangean Roboh, Bongkar Lemahnya Kendali Kadisdik Sumenep

- Editorial Team

Minggu, 16 November 2025 - 02:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, @by_News9.id

FOTO: Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Kepulauan Kangean kembali mengirimkan kabar pilu bagi dunia pendidikan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Satu per satu bangunan sekolah dasar yang menjadi tempat ratusan anak belajar justru roboh, menyisakan puing-puing, kecemasan, dan tanda tanya besar mengenai kelayakan pengawasan pemerintah terhadap fasilitas pendidikan.

Robohnya sejumlah gedung SD di Kecamatan Kangayan dan Arjasa memicu gelombang kritik keras terhadap Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, khususnya kepada Kepala Disdik, Agus Dwi Saputra, yang dinilai gagal memastikan keamanan serta kelayakan sarana pendidikan di daerah kepulauan.

Baca Juga:  Tanamkan Nilai Cinta Rasul, SMKN 2 Lumajang Peringati Maulid Nabi SAW

Dalam beberapa hari terakhir, laporan mengenai bangunan sekolah yang reyot, lapuk, rusak berat, hingga ambruk total terus bermunculan dari berbagai titik di Kepulauan Kangean.

Ironisnya, kondisi itu sebenarnya telah lama disuarakan oleh masyarakat dan para guru, namun upaya penanganan dari pemerintah disebut nyaris tidak terlihat.

Warga menegaskan, runtuhnya sekolah-sekolah tersebut bukan sekadar akibat faktor usia bangunan atau cuaca ekstrem, melainkan cermin dari kelalaian dan buruknya manajemen pengawasan infrastruktur pendidikan.

Sejumlah sekolah bahkan bertahun-tahun tidak pernah tersentuh program rehabilitasi meski kondisinya sudah tidak layak digunakan.

“Ini bukan pertama kali dan entah sampai kapan dibiarkan. Kalau bukan gagal, apa namanya? Anak-anak kami belajar dalam ketakutan, sementara pemerintah seolah tidak pernah melihat,” ujar salah satu tokoh masyarakat kepada Media, Sabtu (16/11/2025).

Keprihatinan semakin dalam karena jarak Kepulauan Kangean yang jauh dari pusat pemerintahan kembali dijadikan alasan lambatnya respons.

Baca Juga:  Hiandra Az, Mahasiswa UNIBA Sumenep, Raih Juara 2 Duta Baca Jawa Timur 2024

Padahal, gedung-gedung itu merupakan satu-satunya tempat belajar bagi anak-anak yang memiliki mimpi besar untuk masa depan mereka.

“Kadisdik harus bertanggung jawab. Pemerintah Sumenep harus turun tangan, lakukan evaluasi menyeluruh, bahkan jika perlu beri sanksi atas dugaan pembiaran yang membuat fasilitas pendidikan dasar runtuh. Masyarakat Kangean tidak butuh janji mereka menuntut tindakan nyata, cepat, dan transparan,” tegasnya.

Ia menambahkan, warga kepulauan sudah berulang kali menyuarakan kondisi sekolah-sekolah dasar yang retak, lapuk, hingga roboh.

Baca Juga:  Penutupan Latihan Penanganan Konflik Sosial TA 2024

Namun perbaikan tak kunjung datang. Ketimpangan pembangunan antara wilayah daratan Sumenep dan kepulauan pun semakin terasa.

“Jika sekolah saja tidak bisa dijaga, bagaimana mungkin masa depan anak-anak kepulauan ini bisa dijamin?” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027
Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep
Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional
Kejati Jatim Beri Penghargaan Kepada PKN
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:22 WIB

BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIB

AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera

Rabu, 30 September 2026 - 18:42 WIB

Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027

Berita Terbaru

FOTO: Sulaisi Abdurrazaq, S.H.I., M.I.P., selaku kuasa hukum Mahyuni. @by_News9.id

HUKRIM

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:51 WIB