BeritaNasional

30 Karya Syaikhona Kholil Bongkar Jejak Nasionalisme Sejak 1891

150
×

30 Karya Syaikhona Kholil Bongkar Jejak Nasionalisme Sejak 1891

Sebarkan artikel ini
30 Karya Syaikhona Kholil Bongkar Jejak Nasionalisme Sejak 1891
FOTO: Rangkaian tasyakuran penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif al-Bangkalani. @by_News9.id

BANGKALAN, NEWS9 – Rangkaian tasyakuran penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif al-Bangkalani menghadirkan temuan penting yang membuka kembali cakrawala sejarah keilmuan ulama besar tersebut.

Lajnah Turots Ilmi memaparkan sejumlah dokumen historis yang mengungkap betapa luasnya kontribusi intelektual dan perjuangan kebangsaan Syaikhona Kholil.

Penyampaian dokumen dilakukan oleh Lora Muhammad Ismail Al-Khalili dan Lora Muhammad Ismail Al-Ascholi.

Dalam paparannya, Lora Ismail mengungkap bahwa hingga kini sedikitnya 30 karya tulis Syaikhona Kholil telah berhasil diidentifikasi, mencakup berbagai disiplin ilmu.

Belasan di antaranya sudah dicetak dan dapat diakses para santri maupun masyarakat umum.

“Syaikhona Muhammad Kholil bukan hanya ulama besar, tetapi pendidik total yang menanamkan nilai keagamaan sekaligus kebangsaan dalam setiap ajarannya,” ujar Ismail, Kamis malam (21/11/2025).

Salah satu temuan paling berharga adalah manuskrip tahun 1891, yang menegaskan pentingnya cinta tanah air sebagai bagian dari iman, melalui penjelasan beliau atas hadis Hubbul Wathan Minal Iman.

Temuan tersebut memperkuat posisi Syaikhona Kholil sebagai pelopor pendidikan Islam berwawasan nasionalisme jauh sebelum arus kebangkitan nasional bergema.

Lajnah Turots Ilmi juga menyingkap asal-usul penyematan gelar “Syaikhona”, yang ternyata sudah digunakan sejak beliau masih hidup.

Gelar itu tercatat dalam taklik Kiai Sholeh pada kitab Al-Lujainuddani bukti kedalaman penghormatan dan kedekatan spiritual para santri terhadap gurunya.

“Beliau bukan sekadar pengasuh pesantren, tetapi episentrum jaringan keilmuan ulama Nusantara, dengan pengaruh yang melampaui batas regional hingga internasional,” tegasnya.

Besarnya pengaruh Syaikhona Kholil terbukti dari lahirnya tokoh-tokoh besar dari didikan beliau, seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Abdul Wahab Hasbullah, KH. As’as Ansori, KH. Mas Mansur, dan banyak ulama lain yang kemudian juga ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Lajnah Turots Ilmi menegaskan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Kholil bukan hanya bentuk penghormatan negara, tetapi juga momentum penting untuk menggali kembali warisan pemikiran beliau yang dinilai sangat relevan bagi kehidupan berbangsa di era global saat ini. ***

Tinggalkan Balasan

>