BeritaPeristiwa

RSUD Bongkar Fakta Manipulasi Kematian Narapidana Rutan Sumenep

247
×

RSUD Bongkar Fakta Manipulasi Kematian Narapidana Rutan Sumenep

Sebarkan artikel ini
RSUD Bongkar Fakta Manipulasi Kematian Narapidana Rutan Sumenep
FOTO: Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Misteri kematian seorang warga binaan Rutan Kelas II-B Sumenep berinisial N, asal Kecamatan Pragaan, terus menebalkan dugaan adanya ketidakwajaran dalam penanganan kesehatan hingga administrasi kematiannya pada 20 November 2025.

Keluarga korban sebelumnya menerima penjelasan dari pihak rutan bahwa N sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep sebelum meninggal dunia. Namun klaim tersebut terbukti janggal.

Saat dikonfirmasi oleh media, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Erliyati, justru mengungkap fakta berbeda.

Ia menegaskan bahwa N tidak pernah mendapat pertolongan medis apa pun karena sudah dalam kondisi meninggal saat tiba di rumah sakit.

“Menurut info dari petugas UGD, saat tiba di UGD RSUD, korban sudah dalam keadaan DOA (meninggal dunia),” ujar Erliyati.

Kejanggalan tidak berhenti di situ. Saat ditanya mengenai permintaan visum prosedur wajib dalam setiap kematian warga binaan, Erliyati menegaskan tidak ada satu pun permintaan visum yang diajukan pihak rutan.

“Saat itu tidak ada permintaan visum,” tegasnya.

Padahal, aturan resmi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mewajibkan prosedur ketat, yaitu pemantauan kesehatan berkala, penanganan medis darurat, rujukan resmi yang terdokumentasi, hingga visum et repertum wajib sebelum jenazah diserahkan ke keluarga.

Namun dalam kasus N, hampir seluruh tahapan standar justru hilang tanpa jejak.

Tidak ada rekam medis, tidak jelas kronologi penanganan sebelum dibawa ke rumah sakit.

Selain itu, tidak ada hasil visum, tidak ada keterangan medis resmi penyebab kematian, dan proses pemulangan jenazah pun berlangsung minim transparansi.

Sementara itu, pihak rutan hingga detik ini memilih diam seolah tak bisa menjelaskan yang sebenarnya terjadi.

Bahkan, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Sumenep, Teguh Dony Efendi, yang sebelumnya aktif memberi klarifikasi ke media, kini menghindari konfirmasi dan tidak memberikan penjelasan apa pun atas temuan terbaru.

Hingga kini, kematian N terus menyisakan banyak tanda tanya.

Dugaan pelanggaran prosedur semakin menguat, sementara keluarga dan publik menunggu langkah berani pihak rutan untuk membuka kebenaran sebenarnya. ***

Tinggalkan Balasan

>