Aktivis AMPAS Desak Aparat Penegak Hukum Audit Menyeluruh Harta Kekayaan Mitra PT Garam Pegaraman III

- Redaksi

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ketua Umum Aliansi Masyarakat dan Pemuda Sampang (AMPAS)

FOTO: Ketua Umum Aliansi Masyarakat dan Pemuda Sampang (AMPAS)

SAMPANG, NEWS9 – Aliansi Masyarakat dan Pemuda Sampang (AMPAS) secara resmi mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan audit investigatif secara menyeluruh terhadap harta kekayaan para mitra kerja sama PT Garam Pegaraman III Sampang Desakan ini muncul menyusul adanya indikasi ketidakwajaran dalam tata kelola kerja sama yang diduga berpotensi merugikan keuangan negara, (24/03/2026).

Ketua Umum AMPAS Moh. Agus Efendi menyatakan bahwa transparansi dalam ekosistem bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah harga mati.

Menurutnya, pola kemitraan yang selama ini berjalan di PT Garam Pegaraman III Sampang memerlukan pengawasan ekstra untuk memastikan tidak adanya praktik kongkalikong yang menguntungkan pihak tertentu.

​”Kami mencium adanya ketimpangan yang mencolok. Oleh karena itu, kami meminta KPK, Kejaksaan Agung, dan kepolisian untuk turun tangan memeriksa aliran dana serta profil kekayaan para mitra strategis PT Garam. Jangan sampai aset negara hanya menjadi ‘sapi perah’ bagi segelintir oknum,” ujar Agus Efendi.

Agus Efendi menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar kritik, melainkan upaya penyelamatan industri garam nasional agar lebih sehat dan berpihak pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan pemodal yang tidak transparan.

“Langkah ini adalah langkah keberanian kami untuk mengusut praktek kotor yang ada di dalam tubuh PT Garam, kami sebagai putra daerah tidak ingin aset negara di peralat oleh oknum tertentu, sehingga regenerasi emas kita gagal dikarenakan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab”, tegasnya.

Ia menambahkan akan terus mengawal isu ini dan siap menyerahkan bukti-bukti tambahan kepada pihak berwenang jika demi menyelamatkan aset negara dan integritas industri garam nasional.

“Seluruh bukti dan kami akan melakukan audensi kepada terhadap APH sekaligus memeberikan bukti-bukti yang sekiranya mempermudah Penyelidikan” imbuhnya.

Sebagai perusahaan negara yang memegang peran vital dalam kedaulatan pangan nasional, PT Garam diharapkan menjalankan operasional yang bersih dari praktik KKN.

Baca Juga:  Curah Hujan Tinggi Sebabkan Luapan Sungai Kemuning, Sejumlah Wilayah di Sampang Terendam

Aktivis AMPAS menilai, pengawasan terhadap mitra swasta seringkali menjadi “titik buta” yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memperkaya diri sendiri.

Sebelumnya, AMPAS melakukan aksi damai pada Selasa (15/7/25), massa AMPAS menyuarakan berbagai tuntutan terkait dugaan ketidakadilan dalam pengelolaan lahan.

Baca Juga:  Dana Pokir Diduga Disulap Jadi Bancakan, Ketua DPRD dan Lima Tersangka Lainnya Ditahan

Mereka meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem kemitraan dan menuntut agar di ambil alih seluruh lahan oleh PT Garam.

Aksi tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan dan menjadi salah satu bentuk tekanan publik agar dilakukan perbaikan tata kelola di lingkungan PT Garam.

Baca Juga:  Bocah 11 Tahun Tenggelam di Sampang, Upaya Penyelamatan Tak Berhasil

Sejak saat itu, AMPAS terus melakukan konsolidasi internal sebelum akhirnya mengambil langkah resmi melalui jalur penyuratan. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Pelaku seorang ASN berinisial S, yang bertugas di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Sumenep, @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

ASN DPUTR Sumenep Diduga Aniaya Warga, Korban Malah Dilaporkan Balik

Minggu, 9 Agu 2026 - 19:14 WIB

FOTO: Pria terduga pelaku saat diamankan aparat kepolisian. @by_News9.id

PERISTIWA

Perempuan Asal Songgon Tewas di Rumah Pasangan Siri

Minggu, 9 Agu 2026 - 18:04 WIB