NEWS9SPORT – Alex Marquez memilih meredam spekulasi besar yang mulai menghangat di paddock MotoGP.
Adik kandung Marc Marquez itu menegaskan kenyamanannya bersama BK8 Gresini Racing, sekaligus enggan memperkeruh masa depan Francesco “Pecco” Bagnaia di Ducati Lenovo Team menjelang MotoGP 2027.
Nama Alex Marquez memang mulai masuk radar tim pabrikan Ducati sejak pertengahan musim 2025.
Performanya yang konsisten membuatnya menjadi pesaing terdekat Marc Marquez dalam perburuan gelar dunia, hingga akhirnya menutup musim sebagai runner-up klasemen akhir prestasi terbaik pembalap Gresini sejak Marco Melandri di MotoGP 2005.
Status tersebut secara otomatis menempatkan Alex sebagai kandidat kuat “lulusan Gresini” berikutnya menuju Ducati Lenovo Team, mengikuti jejak Enea Bastianini dan Marc Marquez.
Namun, pembalap Spanyol berusia 29 tahun itu belum menunjukkan ambisi terbuka ke arah tersebut.
Dalam wawancaranya dengan MOWMag, Alex mengaku masih betah berada di lingkungan Gresini.
“Kita lihat saja nanti. Saya sangat bahagia di Gresini. Memang semua pembalap punya keinginan membela tim pabrikan, tapi atmosfer di sini sulit ditemukan di tempat lain,” ujar Alex.
Situasi Alex pada MotoGP 2026 pun dinilai ideal. Meski tetap bersama Gresini, ia akan mendapat Ducati Desmosedici GP26, motor dengan spesifikasi pabrikan terbaru.
“Saya tidak tahu apakah saya cukup beruntung bisa memilih masa depan. Tapi saya punya peluang luar biasa mendapat motor pabrikan bersama Gresini. Mari kita lihat apa yang terjadi di 2026,” lanjutnya.
“Saya akan mendapat komponen baru untuk dikembangkan. Status saya akan seperti pembalap pabrikan,” tegas Alex.
Pernyataan itu secara tidak langsung membuka jalan bagi Pecco Bagnaia untuk bertahan di Ducati Lenovo Team pada MotoGP 2027.
Dengan Alex memilih menahan diri, tekanan internal di Ducati untuk melakukan perombakan besar menjadi berkurang.
MotoGP 2026 akan menjadi musim krusial bagi Bagnaia. Performa pembalap asal Turin itu akan menentukan apakah Ducati memberikan perpanjangan kontrak atau justru membuka opsi lain.
Musim 2025 menjadi periode pahit bagi juara dunia MotoGP 2022–2023 tersebut.
Bagnaia gagal mempertahankan performa terbaiknya dan harus menyaksikan rekan setimnya, Marc Marquez, mendominasi kejuaraan dengan motor yang sama.
Meski masih sempat meraih kemenangan dan podium, Bagnaia kerap kesulitan menemukan feeling terbaik dengan Desmosedici.
Inkonsistensi itu membuat posisinya di klasemen akhir melorot hingga peringkat kelima, setelah sempat bertahan di tiga besar.
Di tengah situasi tersebut, masa depan Pecco pun menjadi bahan spekulasi. Bursa transfer MotoGP 2027 dipastikan terbuka lebar, dengan banyak kontrak pembalap papan atas yang berakhir termasuk Bagnaia.
Secara realistis, peluang hengkang dari Ducati memang ada. Jika itu terjadi, VR46 Racing Team milik Valentino Rossi disebut-sebut menjadi pelabuhan paling masuk akal.
Minim tekanan di tim satelit diyakini bisa membantu Bagnaia mengembalikan kepercayaan dirinya.
Namun melihat perkembangan Ducati yang semakin dominan, pabrikan Borgo Panigale diprediksi tidak akan melepas Pecco begitu saja, setidaknya hingga MotoGP 2027 benar-benar menjadi garis akhir kontraknya. ***













>