BeritaPeristiwa

Anggota DPRD Kecam Aksi Represif Aparat dalam Penanganan Demonstrasi Warga

351
×

Anggota DPRD Kecam Aksi Represif Aparat dalam Penanganan Demonstrasi Warga

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kecam Aksi Represif Aparat dalam Penanganan Demonstrasi Warga
FOTO: Ahmad Juhairi, S.IP., M.Phil, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi NasDem, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Ahmad Juhairi, S.IP., M.Phil dari Fraksi NasDem, mengecam keras aksi represif aparat dalam penanganan demonstrasi warga di Pulau Kangean.

Ia menilai, tindakan tersebut berpotensi menjadi bentuk kriminalisasi terhadap masyarakat yang hanya ingin menyampaikan aspirasi.

“Jangan lagi ada upaya kriminalisasi terhadap masyarakat yang melakukan gerakan kritik atau menyampaikan pendapat terhadap kebijakan pemerintah,” tegas Ahmad Juhairi, Rabu (5/11/2025).

Anggota Komisi I DPRD Sumenep itu mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep agar segera turun tangan menyelesaikan konflik antara masyarakat dan PT Kangean Energi Indonesia (KEI) yang kian berlarut-larut.

“Pemerintah Kabupaten harus segera mengambil langkah konkret agar polemik PT KEI tidak berkepanjangan, dan jangan sampai ada lagi upaya kriminalisasi terhadap warga,” ujarnya menegaskan.

Politisi NasDem itu juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak berpihak kepada kepentingan korporasi.

“Pemerintah Kabupaten harus berada di atas kepentingan rakyat, bukan di atas kepentingan oligarki atau korporasi,” tandasnya dengan nada tajam.

Sebelumnya, ratusan warga Kangean melakukan demonstrasi besar-besaran di Mapolsek Kangean pada Selasa malam (4/11/2025).

Aksi tersebut meledak setelah enam nelayan ditangkap oleh aparat kepolisian setempat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, keenam nelayan tersebut diamankan lantaran diduga sebagai provokator dalam aksi pengusiran kapal induk milik PT KEI yang beroperasi di perairan Kangean.

Mereka juga dituduh membawa senjata tajam saat berada di tengah laut.

Penangkapan itu langsung menyulut amarah warga.

Massa bergerak menuju Mapolsek Kangean menuntut pembebasan para nelayan.

Situasi memanas, dan bentrokan dengan aparat tak terhindarkan.

Emosi warga makin membara ketika sebagian demonstran melanjutkan aksi ke sebuah wahana hiburan air (waterpark) yang diduga terkait aktivitas PT KEI.

Dalam kemarahan yang memuncak, sejumlah fasilitas di lokasi tersebut dilaporkan dibakar.

Hingga berita ini diterbitkan, Polsek Kangean maupun Polres Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi maupun motif penangkapan keenam nelayan tersebut.

“Informasinya, penangkapan para nelayan ini berkaitan dengan aksi pengusiran kapal induk milik PT KEI. Namun detailnya masih kami telusuri. Saya sedang berkoordinasi dengan rekan-rekan di lapangan,” ujar Mat Saleh, tokoh pemuda Kangean.

Situasi di Kangean hingga Rabu malam dilaporkan masih tegang.

Warga menunggu langkah nyata dari Pemkab Sumenep untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara masyarakat dengan perusahaan migas raksasa tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

>