BeritaBudayaEkonomi

BPRS Bhakti Sumekar Angkat Tari Mowang Sangkal ke Panggung Edukasi

18
BPRS Bhakti Sumekar Angkat Tari Mowang Sangkal ke Panggung Edukasi
FOTO: Tarian tradisional khas Sumenep tersebut dibawakan oleh Sanggar Pakoe Jokotole, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Kegiatan talkshow bertema “Mendorong Kepercayaan Masyarakat Melalui Inklusi Keuangan BPR Syariah” yang digelar BPRS Bhakti Sumekar tidak sekadar menjadi forum diskusi sektor keuangan.

Acara tersebut juga menjelma sebagai ruang pelestarian budaya lokal melalui penampilan Tari Mowang Sangkal.

Tarian tradisional khas Sumenep tersebut dibawakan oleh Sanggar Pakoe Jokotole, melengkapi rangkaian acara yang menghadirkan narasumber dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur.

Di tengah padatnya agenda edukasi keuangan, penampilan Tari Mowang Sangkal menjadi daya tarik tersendiri.

Tarian itu dikenal sebagai simbol tolak bala yang sarat makna doa, perlindungan, dan harapan, yang tergambar dalam setiap gerakan penarinya.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa kehadiran tarian tersebut merupakan bentuk komitmen menjaga nilai budaya di tengah arus modernisasi.

“Penampilan Tari Mowang Sangkal sengaja kami hadirkan dari Sanggar Pakoe Jokotole yang memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah dan tradisi Keraton Sumenep. Semua yang ditampilkan tetap otentik,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pelibatan sanggar yang memiliki garis keturunan langsung dari pencipta tari, almarhum Taufikurrahman, merupakan langkah nyata untuk menjaga keaslian sekaligus keberlanjutan warisan budaya daerah.

Tari Mowang Sangkal sendiri bukan wajah baru di panggung nasional.

Tarian tersebut pernah tampil dalam Musyawarah Madya IV dan Rembuk Nasional Dewan Kerajaan Nasional 2025 di Sragen, serta Festival Seni Budaya Kerajaan Nusantara (FSBKN) 2024 di Keraton Surakarta Hadiningrat.

Melalui kolaborasi antara literasi keuangan dan pertunjukan seni, BPRS Bhakti Sumekar dinilai menghadirkan pendekatan yang lebih inklusif tidak hanya memperkuat pemahaman ekonomi masyarakat, tetapi juga merawat identitas budaya lokal.

Kehadiran Tari Mowang Sangkal dalam forum tersebut menjadi penegas bahwa membangun kepercayaan publik tidak harus meninggalkan akar tradisi, melainkan bisa berjalan beriringan. ***

Exit mobile version