BeritaDaerah

Buka Akses Konkret, Strategi Bupati Fauzi Genjot Koperasi Merah Putih di Sumenep

145
Buka Akses Konkret, Strategi Bupati Fauzi Genjot Koperasi Merah Putih di Sumenep
FOTO: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menghadiri halalbihalal PKDI. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mempercepat penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai penggerak utama ekonomi berbasis desa.

Komitmen tersebut disampaikan dalam suasana hangat halalbihalal bersama Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) yang digelar di Hotel Myze Sumenep, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Ketua PKDI Sumenep, Abdul Hayat, bersama jajaran pengurus dan anggota.

Di hadapan para kepala desa, Bupati Fauzi tidak sekadar menyampaikan dukungan normatif.

Bupati membuka akses konkret melalui pemanfaatan aset milik pemerintah daerah untuk kepentingan desa.

“Kalau ada aset milik pemerintah daerah yang bisa dimanfaatkan, silakan dipergunakan untuk kepentingan masyarakat. Yang penting tertib administrasi dan sesuai aturan,” tegasnya.

Langkah itu dinilai sebagai terobosan strategis dalam mempercepat implementasi program desa, terutama yang selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.

Fauzi menekankan bahwa aset daerah yang selama ini belum optimal dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal jika dikelola secara tepat oleh pemerintah desa.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya tata kelola yang terstruktur dan berjenjang.

Kepala desa diminta tidak berjalan sendiri, melainkan membangun komunikasi melalui camat hingga ke OPD terkait.

“Tidak perlu lagi menghubungi bupati secara langsung. Sistemnya sudah jelas, koordinasi melalui camat, kemudian diteruskan ke dinas terkait. Kita ingin semuanya tertib dan terarah,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati Fauzi juga menyoroti potensi tumpang tindih program apabila tidak ada keselarasan antara kebijakan pusat dan daerah.

Ia mengajak seluruh kepala desa memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Jangan sampai ada program dari pusat yang tidak berjalan atau malah tumpang tindih. Harus ada komitmen bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam membantu kebutuhan administratif desa, termasuk pemberian rekomendasi resmi.

“Kalau memang diperlukan, saya siap memberikan rekomendasi. Suratnya akan saya tandatangani langsung. Silakan manfaatkan peluang program yang ada untuk membangun desa masing-masing,” pungkasnya. ***

Exit mobile version