BeritaRamadan

Buka Bersama dan Santuni Anak Yatim, Yayasan Ngudi Nur Illahi Teguhkan Spirit Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan

90
×

Buka Bersama dan Santuni Anak Yatim, Yayasan Ngudi Nur Illahi Teguhkan Spirit Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Buka Bersama dan Santuni Anak Yatim, Yayasan Ngudi Nur Illahi Teguhkan Spirit Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan
FOTO: Yayasan Ngudi Nur Illahi saat menggelar kegiatan buka bersama dan santunan bagi anak yatim dan yatim-piatu. @by_News9.id

MADIUN, NEWS9 – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M, Yayasan Ngudi Nur Illahi menggelar kegiatan buka bersama dan santunan bagi anak yatim dan yatim-piatu.

Kegiatan yang sarat nilai kemanusiaan tersebut berlangsung di Kedai Bakso Mami, Jl. Agus Salim, Lapangan Bangunsari, Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Kamis (12/03/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi momentum berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah, tetapi juga menjadi ruang penguatan nilai-nilai kepedulian sosial, empati, serta kasih sayang terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim dan yatim-piatu yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.

Ketua Yayasan Ngudi Nur Illahi, Rudi Astra Winata, menyampaikan bahwa hingga saat ini yayasan menaungi sedikitnya 25 anak yatim dan yatim-piatu yang telah terdata dan menjadi bagian dari tanggung jawab pembinaan lembaga tersebut.

Menurutnya, anak-anak tersebut merupakan amanah sosial yang harus dijaga bersama agar tetap memperoleh kasih sayang, perhatian, serta kesempatan yang layak untuk tumbuh dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Perjalanan pengabdian ini tentu tidak ringan. Namun dengan dukungan para dermawan, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian sosial, kami optimistis bahwa langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar besar dalam menebarkan kebaikan di tengah masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.

Lebih lanjut, Rudi mengungkapkan bahwa pasca perayaan Idul Fitri mendatang, Yayasan Ngudi Nur Illahi berencana melanjutkan pembangunan gedung pembinaan anak yatim yang berlokasi di Jalan Bromo, Desa Mejayan.

Gedung tersebut nantinya akan difungsikan sebagai pusat pembinaan sekaligus hunian bagi anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih intensif.

Pada tahap awal, yayasan berencana membina tiga anak yang akan menempati gedung tersebut.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menghadirkan lingkungan yang lebih kondusif bagi anak-anak yatim untuk belajar, beribadah, serta membangun masa depan yang lebih terarah dan bermartabat.

Yayasan juga berharap ikhtiar kemanusiaan tersebut mendapat ridho Allah SWT serta dukungan luas dari masyarakat. Sebab, memuliakan anak yatim bukan semata aktivitas sosial, melainkan bagian dari manifestasi nilai-nilai kemuliaan akhlak dan kemanusiaan yang menjadi ajaran luhur dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Penjabat (PJ) Lurah Bangunsari, Silvia Andrees, yang hadir mewakili Camat Mejayan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Madiun, M. Ahsin Sakhok. Ia menilai kegiatan santunan anak yatim yang digagas Yayasan Ngudi Nur Illahi merupakan wujud nyata kepedulian sosial yang patut diapresiasi dan didukung bersama sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan kepedulian umat.

Sementara itu, Gus Nur selaku pembina Yayasan Ngudi Nur Illahi turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ucapan apresiasi secara khusus disampaikan kepada Mun selaku pemilik Kedai Bakso Mami Caruban yang telah memberikan tempat dan dukungan bagi kegiatan sosial tersebut.

Selain itu, pihak yayasan juga menyampaikan penghargaan kepada BAZNAS Kabupaten Madiun, P. Kiswanto Jagal Murong, Camat Mejayan, PJ Lurah Bangunsari, Bu Nuk Katering, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil bagi terselenggaranya kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi esensi Ramadhan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari budaya kepedulian sosial. ***

Tinggalkan Balasan

>