BeritaPolitik

Diintimidasi Saat Rekapitulasi Tingkat Kecamatan, Saksi Paslon 01 Pilkada Sampang Diusir

505
×

Diintimidasi Saat Rekapitulasi Tingkat Kecamatan, Saksi Paslon 01 Pilkada Sampang Diusir

Sebarkan artikel ini
Foto: Saksi Paslon 01 saat diintimidasi warga masyarakat setempat, @by_News9.id
Foto: Saksi Paslon 01 saat diintimidasi warga masyarakat setempat, @by_News9.id

SAMPANG, News9 – Saksi Paslon 01 Pilkada Sampang, Madura, Jawa Timur, diintimidasi warga masyarakat setempat karena dianggap berasal dari luar kecamatan saat Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilkada di Tingkat Kecamatan.

Kejadian intimidasi berujung pengusiran terhadap Saksi Paslon 01 itu terjadi pada hari pertama Rekapitulasi di Kecamatan Karang Penang.

Anggota PPK Karang Penang, Mudai, menjelaskan kronologi saat Paslon 01 Pilkada Sampang memberikan penugasan kepada Saksi yang berasal dari luar Kecamatan Karang Penang.

“Mungkin warga masyarakat diluar area Rekapitulasi terprovokasi hingga menganggap kalau orang luar Kecamatan Karang Penang tidak boleh menjadi Saksi,” ujar Mudai.

Selanjutnya, menurut Mudai, oknum warga masyarakat tersebut berteriak dengan nada sedikit mengancam.

“Rekapitulasi dilanjutkan atau akan saya keluarkan Saksi tersebut,” terangnya.

Sehingga pihak Keamanan yang ada di dalam area terpaksa keluar untuk menetralisir keadaan agar proses Rekapitulasi tidak terganggu.

Saat disinggung tentang diperbolehkan atau tidak Saksi dari luar Kecamatan setempat sesuai regulasi dan ketentuan yang berlaku, Mudai mengungkapkan tidak ada aturan secara jelas melarangnya, yang terpenting warga masyarakat Sampang.

Ternyata kejadian serupa juga terjadi di Kecamatan Sokobanah dengan munculnya sejumlah video yang viral.

Terpisah, Fadli Asnaf Komisioner KPU Sampang Divisi tekhnis menyatakan bahwa ketentuan Saksi itu sederhana yakni paling banyak dua orang berdasarkan Surat Tugas (Mandat) dari Paslon serta menyerahkan Surat Tugas tersebut ke PPK.

“Setelah berkoordinasi dengan PPK Karang Penang tidak ada Saksi yang dikeluarkan sedangkan kejadian di Kecamatan Sokobanah belum terkonfirmasi,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

>