SUMENEP, News9 – Konser DJ Almira Berto dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 Januari, di Lapangan Giling, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep.
Namun, acara tersebut menuai kontroversi setelah beberapa pihak menuding Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sumenep mendukung penuh penyelenggaraannya.
Ketua AKD Sumenep, Miskun Legiono, bahkan disebut-sebut “pasang badan” untuk mendukung konser tersebut.
Hal itu dikaitkan dengan lokasi konser yang berada di wilayah Desa Pangarangan, di bawah kepemimpinannya sebagai kepala desa.
Meski demikian, AKD Sumenep secara tegas membantah tudingan keterlibatan mereka sebagai organisasi.
Wakil pengurus AKD Sumenep, Untung Wahyudiono, menyampaikan bahwa organisasi tidak pernah diajak berdiskusi terkait penyelenggaraan konser tersebut.
“Secara keorganisasian, AKD Sumenep sama sekali tidak terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tidak pernah ada pertemuan atau koordinasi dengan kami terkait acara ini,” tegas Untung.
Menurut Untung, jika Ketua AKD terkesan memberikan dukungan, hal itu murni sebagai kepala desa yang ingin mendukung kegiatan di wilayahnya.
Dukungan tersebut, lanjut dia, bisa jadi karena konser sudah melalui proses perizinan yang memakan waktu dan biaya besar, serta tiket yang sudah banyak terjual.
“Selama konser ini bebas dari minuman keras dan obat terlarang, saya rasa tidak perlu ada penolakan. Acara ini memberikan hiburan bagi masyarakat, sama seperti musik pada umumnya,” ungkap Untung.
Meski demikian, ia menekankan bahwa dukungan itu tidak mewakili AKD Sumenep sebagai organisasi.
“Kami meminta semua pihak untuk tidak membawa-bawa nama AKD dalam kontroversi ini,” pungkasnya. ***
