BeritaDaerah

Perjuangan Tanpa Henti Ahmad Juhairi: Menyalakan Harapan Listrik di Pulau Masalembu

55
Perjuangan Tanpa Henti Ahmad Juhairi: Menyalakan Harapan Listrik di Pulau Masalembu
FOTO: Ahmad Juhairi (dua dari kanan), anggota DPRD Kabupaten Sumenep asal Masalembu, bersama Manager Property Development PT Elnusa Tbk, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Di tengah hamparan laut yang luas dan keterbatasan infrastruktur, harapan masyarakat Pulau Masalembu akan hadirnya listrik negara terus dijaga dan diperjuangkan tanpa lelah.

Sosok di balik perjuangan itu adalah Ahmad Juhairi, anggota DPRD Kabupaten Sumenep asal Masalembu, yang hingga hari ini tetap berdiri di garis terdepan memperjuangkan hak dasar masyarakat akses listrik dari negara.

Pulau Masalembu, yang secara strategis berada di tengah jalur pelayaran nasional dan memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan, ironisnya masih menjadi satu-satunya wilayah di Jawa Timur yang belum sepenuhnya menikmati layanan listrik dari PT PLN (Persero).

Kondisi itu bukan hanya menjadi hambatan pembangunan, tetapi juga membatasi ruang gerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Sejak tahun 2019, Ahmad Juhairi bersama masyarakat telah melakukan berbagai upaya mulai dari audiensi dengan Dinas ESDM Jawa Timur, koordinasi dengan PT PLN (Persero), hingga melibatkan Kementerian ESDM Republik Indonesia dalam berbagai forum strategis.

Bahkan, pada awal tahun 2020, lebih dari 1.300 tiang listrik telah berhasil dikirim dan ditanam di Pulau Masalembu sebagai simbol nyata dimulainya pembangunan.

Perjuangan tersebut terus berlanjut tanpa henti. Pada Senin, 23 Februari 2026 bulan lalu, Ahmad Juhairi bersama Jailani selaku Ketua SNNU Masalembu serta perwakilan nelayan Masalembu melakukan audiensi langsung ke Kementerian Ketenagalistrikan Republik Indonesia.

Langkah tersebut menunjukkan keseriusan dan konsistensi perjuangan masyarakat Masalembu yang tidak hanya berhenti di tingkat daerah, tetapi terus dikawal hingga ke tingkat pusat.

Namun hingga saat ini, perjuangan tersebut belum mencapai garis akhir. Pembangunan pembangkit listrik masih terhambat oleh satu persoalan krusial ketersediaan lahan untuk pusat pembangkit listrik.

Tidak berhenti di sana, Ahmad Juhairi kembali mengambil langkah strategis dengan menggandeng sektor swasta.

Bersama masyarakat Masalembu, ia mengajukan permohonan kepada PT Elnusa Tbk untuk turut membantu dalam penyediaan lahan demi mempercepat pembangunan pembangkit listrik di pulau tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, yang dipimpin oleh Raditya Yudha Perwira selaku Manager Property Development PT Elnusa Tbk, pihak Elnusa memberikan respons yang positif dan membuka peluang besar untuk tindak lanjut.

“Sangat memberikan peluang. Selanjutnya pihak Elnusa akan membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait, khususnya dengan PT PLN (Persero) dan Pemerintah Kabupaten Sumenep,” demikian pernyataan dari pihak Elnusa, Minggu (3/5).

Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat Masalembu yang selama puluhan tahun menantikan kehadiran listrik negara.

“Ini bukan sekadar proyek pembangunan, ini adalah perjuangan kemanusiaan. Listrik adalah kebutuhan dasar. Sudah terlalu lama masyarakat Masalembu hidup dalam keterbatasan,” tegas Ahmad Juhairi, Senin (4/5).

Berbagai rapat koordinasi pada tahun 2025 hingga 2026 juga terus menegaskan bahwa target percepatan pembangunan listrik sangat bergantung pada ketersediaan lahan. Tanpa itu, mimpi masyarakat Masalembu akan kembali tertunda.

Perjuangan ini bukan hanya tentang menghadirkan terang di malam hari, tetapi juga membuka masa depan: meningkatkan hasil perikanan, mendukung aktivitas pelayaran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Ahmad Juhairi membuktikan bahwa perjuangan tidak mengenal lelah. Bersama masyarakat, tokoh lokal, dan berbagai pihak, ia terus menyalakan harapan di tengah keterbatasan.

Kini, harapan itu semakin nyata. Dukungan dan komunikasi lintas sektor mulai terbangun. Tinggal satu langkah lagi: realisasi.

“Karena bagi masyarakat Masalembu, listrik bukan sekadar kebutuhan melainkan harapan yang telah terlalu lama diperjuangkan,” tandasnya. ***

Exit mobile version