BeritaPemerintahan

Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Desa Banjarbillah Gelar Musdesus Bentuk Koperasi Merah Putih

241
×

Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Desa Banjarbillah Gelar Musdesus Bentuk Koperasi Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Foto: Musdesus yang berlangsung di kediaman Penjabat Kepala Desa Banjarbillah. @by_News9.id
Foto: Musdesus yang berlangsung di kediaman Penjabat Kepala Desa Banjarbillah. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9  – Upaya memperkuat ketahanan ekonomi lokal dan menumbuhkan semangat kewirausahaan terus digalakkan di berbagai pelosok tanah air.

Salah satu langkah nyata terlihat di Desa Banjarbillah, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, yang menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pada Selasa (20/5/25) sebagai bagian dari sosialisasi dan pembentukan Koperasi “Merah Putih”.

Koperasi ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat desa melalui beragam unit usaha produktif, sekaligus menjadi bentuk nyata pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Petunjuk Pelaksanaan Menteri Koperasi Nomor 1 Tahun 2025, yang mendorong percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia.

Musyawarah yang berlangsung di kediaman Penjabat Kepala Desa Banjarbillah dihadiri berbagai elemen, mulai dari Muspika Tambelangan, perwakilan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, hingga tokoh agama dan masyarakat.

Suasana kebersamaan dan semangat membangun desa terasa kental dalam forum tersebut.

Menurut Slamet Sudarmanto, Tenaga Pendamping dari Diskopindag Sampang, hingga saat ini tujuh dari sepuluh desa di Kecamatan Tambelangan telah melaksanakan Musdes untuk pembentukan Koperasi Merah Putih.

Ia menjelaskan, koperasi ini akan mengelola tujuh unit usaha strategis yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa, seperti penyediaan sembako, simpan pinjam, pelayanan kesehatan, apotek desa, hingga sistem logistik dan pergudangan.

“Ini adalah tahap awal untuk membangun fondasi ekonomi desa yang mandiri. Kami berharap pemerintah desa bisa melanjutkan tahapan berikutnya, termasuk pemetaan potensi usaha yang akan dikembangkan,” ujar Slamet.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Banjarbillah, Suratno, menyambut baik inisiatif tersebut.

Ia menyebut koperasi sebagai sarana pemberdayaan yang dapat mendorong kemandirian ekonomi desa secara inklusif dan berkelanjutan.

“Kami akan memetakan potensi desa dan menyusun rencana bisnis yang sesuai agar koperasi ini benar-benar menjadi kekuatan ekonomi rakyat. Harapannya, ini bisa menjadi pilar penting dalam menciptakan ekonomi yang adil, merata, dan demokratis,” ujarnya singkat.

Dengan dukungan semua pihak dan semangat kolaborasi yang kuat, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi tonggak penting dalam pembangunan ekonomi berbasis desa yang berdaya saing, berakar pada potensi lokal, dan berpihak pada masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

>