BeritaDaerah

Empat Desa di Sumenep Dapat BK Wisata

271
Empat Desa di Sumenep Dapat BK Wisata
FOTO: Kantor Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Untuk mendorong percepatan pengembangan wisata desa, Pemerintah Kabupaten Sumenep malalui Disbudporapar menggelontorkan Bantuan Keuangan (BK) Khusus Desa Tahun Anggaran 2025 senilai Rp1,1 miliar.

Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Bupati Sumenep Nomor 100.3.3.2/142/KEP/013/2025 yang ditetapkan pada 23 Mei 2025.

Empat desa ditetapkan sebagai penerima anggaran pengembangan wisata yang diklaim sebagai stimulus untuk memperkuat ekonomi berbasis desa.

Berikut desa penerima BK Khusus 2025, Desa Batuputih Daya, Kecamatan Batuputih, Desa Badur, Kecamatan Batuputih, Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, dan Desa Sendang, Kecamatan Pragaan (pembangunan kios rest area).

Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Sumenep, Andri Zulkarnain, menegaskan dana tersebut bukan proyek besar, tetapi pemantik agar desa mampu mengelola dan mengembangkan potensi wisata secara mandiri.

“Harapannya, BKK Desa ini memberi stimulan bagi desa untuk mengembangkan wisata yang mereka miliki,” kata Andri, Kamis (27/11/2025).

Andri memaparkan sejumlah rencana pembangunan yang telah diajukan pemerintah desa penerima BK.

Desa Badur, difokuskan pada penguatan fasilitas Pantai Badur.

“Pembangunan gazebo, kamar mandi, dan toilet,” ujarnya.

Desa Batuputih Daya, diperuntukan untuk pembangunan gazebo dan gardu pandang menghadap pantai.

“Mereka bangun gazebo dan gardu pandang,” jelasnya.

Desa Kebundadap Timur, menguatkan objek wisata desa yang mulai berkembang, meski tanpa rincian spesifik dalam dokumen.

Desa Sendang, satu-satunya desa yang dananya belum cair penuh.

“Anggarannya sudah turun semua kecuali untuk Desa Sendang. Kios rest area di Tugu Keris masih proses, tapi sudah diajukan,” kata Andri.

Andri menegaskan bahwa alokasi BK itu merupakan strategi pemerintah daerah untuk membuka ruang ekonomi baru di tingkat desa.

“Semua desa punya potensi. BKK ini pemicu agar desa lebih aktif mengembangkan wisata mereka,” pungkasnya. ***

Exit mobile version