SAMPANG, NEWS9 – Semangat kolaboratif dan evaluatif mewarnai rangkaian kegiatan lanjutan usai perayaan Dies Natalis ke-71 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) serta Halal Bihalal yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Sampang, Madura, Jawa Timur.
Bertempat di Cafe Febria & Resto, Kelurahan Polagan, Selasa (9/4/25), agenda berlanjut ke sesi evaluasi program kerja yang juga dihadiri oleh jajaran DPC Persatuan Alumni (PA) GMNI Sampang sebagai mitra pengarah.
Dalam forum tersebut, evaluasi program menitikberatkan pada penguatan sejumlah program prioritas, terutama yang bergerak di sektor kesehatan, sosial keagamaan, dan pertanian.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah pengembangan program unggulan di bidang pertanian bertajuk BHUMIPATI, yang digagas sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan lokal.
Ketua DPC GMNI Sampang, Muis Pranoto, menegaskan pentingnya konsistensi dan komitmen dalam mengembangkan program tersebut.
Ia mendorong agar BHUMIPATI tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga dipraktikkan secara konkret.
“Program ini perlu ditekun dengan penuh semangat dan ikhtiar. Jika berhasil, BHUMIPATI bukan hanya akan membangkitkan kepercayaan masyarakat, terutama para petani, tetapi juga mampu menyokong agenda pemerintah dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan,” ungkap Muis.
Lebih jauh, Suhriyanto selaku pengurus DPC PA GMNI yang juga menjadi salah satu inisiator BHUMIPATI, menjelaskan makna filosofis dari program tersebut.
Ia menguraikan, BHUMIPATI berasal dari bahasa Sanskerta, gabungan kata bhumi (tanah) dan pati (penguasa), yang secara historis merujuk pada otoritas atau kepemilikan atas tanah dan sumber daya alam.
“Interpretasi BHUMIPATI bisa beragam tergantung konteks budaya. Namun dalam konteks gerakan ini, kami ingin menghadirkan sosok petani modern yang memiliki kendali atas lahan dan mampu mengelola sumber daya secara mandiri,” jelas Suhriyanto.
Ia juga menambahkan bahwa meski masih dalam tahap awal, gerakan BHUMIPATI terus diarahkan pada aksi nyata.
Salah satu langkah konkret yang kini tengah berlangsung adalah uji coba penanaman bawang merah, yang dalam dua pekan ke depan dijadwalkan memasuki masa panen.
“Ini bagian dari bentuk edukasi dan modernisasi pola pertanian. Diharapkan model seperti ini bisa direplikasi di banyak wilayah sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan,” tandasnya.
Kegiatan evaluasi ini mencerminkan semangat GMNI untuk tetap relevan dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman, sembari terus menjaga akar perjuangan yang berpihak pada rakyat, khususnya di sektor pertanian yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Madura. ***
