BeritaPeristiwa

Ijazah Siswa Tertahan di Sekolah, Pemdes Kromengan dan Komunitas Peduli Kromengan Bantu Lunasi Tagihan

107
Ijazah Siswa Tertahan di Sekolah, Pemdes Kromengan dan Komunitas Peduli Kromengan Bantu Lunasi Tagihan
FOTO: Ijazah salah satu siswa yang bersekolah di salah satu SMK swasta di Kromengan tertahan di sekolah, @by_News9.id

MALANG, NEWS9 – Ijazah salah satu siswa yang bersekolah di salah satu SMK swasta di Kromengan tertahan di sekolah, sehingga mendapat perhatian khusus dari Komunitas Peduli Kromengan.

NH (19), salah satu siswa berprestasi dan selalu mendapat peringkat 1 dari sekolah swasta tersebut lulus pada tahun 2025 ini. Namun sayangnya, saat kelulusan tidak langsung mendapatkan ijazah yang diperjuangkan selama 3 tahun, karena masih ada tunggakan uang komite sebesar Rp. 1,5 juta.

Mendengar hal itu, ketua Komunitas Peduli Kromengan Hendro W., S.H., bersama Korbid Humas Organisasi Syafi’i segera merespon hal tersebut.

Dalam keterangan yang diberikan kepada awak media pada Rabu (17/12/2025), Hendro mengatakan jika dirinya dan Korbid Humas sudah mengkonfirmasi kepada keluarga siswa yang bersangkutan dan memang benar ada tunggakan yang belum terbayar.

“Kami sudah mendapat keterangan dari orang tua siswa, dan memang belum mampu bayar karena kondisi ekonomi,” paparnya.

“Kami juga sudah koordinasi dengan pihak sekolah dan mendapatkan penjelasan jika tunggakan tersebut sudah dipotong 50% dari yang seharusnya,” lanjut Hendro.

Atas upaya dari Komunitas Peduli Kromengan dan hasil urunan perangkat desa Kromengan, maka pada hari Senin (15/12/2025) tunggakan siswa tersebut sudah dapat dilunasi.

“Saya menugaskan sekretaris organisasi pada hari Selasa (16/12/2025) untuk mengambil ijazah di sekolah dan menyerahkan ke orang tua siswa tersebut, serta untuk menyampaikan pesan agar NH dapat melanjutkan kuliah demi masa depannya, dia anak pintar dan perlu didukung” tukas Hendro.

Orang tua NH mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan dari Komunitas Peduli Kromengan dan Pemdes Kromengan yang sudah berupaya membantu.

“Semoga cita-cita anak saya melanjutkan sekolah nanti tercapai, tetapi sementara biar bekerja dulu untuk membantu perekonomian keluarga,” ujarnya. ***

Exit mobile version