BeritaHukrim

Jadi Tameng Mafia Solar, Jejak Badar dan Oknum Ketua Asosiasi Jurnalis Makin Kuat

379
Jadi Tameng Mafia Solar, Jejak Badar dan Oknum Ketua Asosiasi Jurnalis Makin Kuat
FOTO: (ilustrasi) Badar si juragan solar, dan dugaan keterlibatan oknum ketua asosiasi jurnalis berinisial L, warga Sumenep, yang diduga kuat menerima aliran dana 20jt perbulan. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Terkuaknya jejaring praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi di Madura, Jawa Timur, kian menguat.

Seorang juragan besar solar subsidi asal Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, bernama Badar, diduga kuat tidak hanya mengendalikan distribusi ilegal BBM, tetapi juga menggerakkan sedikitnya 12 media di Surabaya, termasuk Sumenep sebagai tameng pengamanan bisnis haramnya.

Fakta tersebut diungkap BE, sumber yang terus update soal jaringan mafia BBM, kepada News9.id, Sabtu (10/1/2026).

“Di Surabaya dan Sumenep Badar mengerahkan 12 media. Sekarang yang aktif tinggal di Sumenep, salah satunya berinisial L. Semua bergerak atas suruhan dan kendali Badar,” ungkap BE.

Menurut sumber tersebut, Badar dikenal sebagai bos besar penampung solar subsidi dalam jumlah masif di Madura.

Sementara itu, Agus Setiawan dan Fausi disebut sebagai pengendali utama rekomendasi nelayan, khususnya di wilayah kepulauan, yang kerap disalahgunakan untuk menyedot solar subsidi dari SPBU.

Tidak berhenti disitu, jaringan Badar juga diperkuat oleh sejumlah kaki tangan lapangan, di antaranya Rofik alias Rapik, warga Pasean, Kabupaten Pamekasan, Umam, asal Ketapang, Kabupaten Sampang, serta Soleh, warga pesisir Pasean.

Mereka diduga berperan sebagai penghubung distribusi dan pengamanan logistik solar subsidi.

Agus Setiawan disebut memiliki keterkaitan langsung dengan Rofik alias Rapik, yang diduga menjadi pembeli utama solar subsidi dari berbagai SPBU di Sumenep.

Ironisnya, hampir seluruh SPBU di Kabupaten Sumenep disebut-sebut menggunakan rekom nelayan yang dikendalikan Agus Setiawan, sehingga distribusi solar subsidi keluar dari jalur peruntukan sebenarnya.

Lebih jauh, muncul dugaan keterlibatan oknum ketua asosiasi jurnalis berinisial L, warga Sumenep, yang diduga kuat menerima aliran dana 20jt perbulan disebut kerap melakukan intimidasi terhadap pengelola SPBU.

“Kalau ada SPBU yang tidak mau melayani pengisian solar subsidi, mereka direcoki. Diancam akan diberitakan oleh L,” beber AN, sumber lainnya.

Bahkan, jaringan itu disebut telah memetakan ‘penjaga’ dari beberapa oknum wartawan di setiap SPBU, mulai dari SPBU milik Pemda, SPBU Paberasan, hingga SPBU Ganding.

Pola tersebut diduga sengaja dibangun untuk menekan SPBU agar patuh melayani pengisian solar subsidi secara ilegal.

Seluruh jejaring tersebut diduga bermuara pada Badar, yang selama ini disebut sebagai “juragan besar” mafia solar subsidi.

Solar tersebut diduga ditimbun di sejumlah lokasi, termasuk Pasean, Kabupaten Pamekasan, dan Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan.

Peran Badar disebut krusial sebagai pengendali distribusi sekaligus penampung utama solar subsidi yang disedot dari berbagai wilayah di Madura.

Penelusuran News9.id menemukan sejumlah SPBU yang kerap disebut sebagai titik pengambilan solar dalam jumlah besar, di antaranya SPBU Pemda, SPBU Paberasan, SPBU Kalianget, SPBU Ganding, SPBU Pakandangan, hingga AKR Bluto Cangkaraman.

Atas kondisi tersebut, publik mendesak pembongkaran total jaringan mafia solar subsidi yang dinilai telah merugikan negara dan rakyat kecil.

“Kami mendesak Presiden, Kapolri, Kapolda Jawa Timur, Pertamina, BPH Migas, Bidpropam Polda Jatim, serta Divisi Propam Mabes Polri untuk segera melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap Polres Sumenep, serta penindakan tegas tanpa pandang bulu,” tegas sumber. ***

Exit mobile version