SUMENEP, NEWS9 – Kepala Desa Gapura Timur, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, dituding bersikap abai dan “delusif” terhadap penderitaan warganya sendiri.
Pasalnya, hingga kini pembangunan infrastruktur jalan di Dusun Dik Kodik dibiarkan rusak parah tanpa sentuhan perbaikan.
Salah seorang warga mengungkapkan kekecewaannya atas sikap pemerintah desa yang terkesan membiarkan kerusakan jalan berlangsung bertahun-tahun.
“Di Dusun Dik Kodik ini jalan rusak parah, tapi seolah sengaja dibiarkan. Tidak ada upaya perbaikan sama sekali. Ini jelas menciptakan kesenjangan pembangunan,” ujar warga setempat, Kamis (18/12/2025).
Ironisnya, jalan tersebut hingga kini belum tersentuh anggaran Dana Desa maupun APBD.
Padahal, akses tersebut merupakan jalur vital bagi mobilitas warga pelosok desa, terutama untuk menunjang roda perekonomian lokal.
Kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan.
Bahkan, sambungnya, jalan yang rusak parah disertai tanjakan tajam itu kerap dilalui anak-anak sekolah.
“Kami khawatir terjadi kecelakaan. Anak-anak setiap hari lewat sini, tapi pemerintah desa seakan tutup mata,” tambah warga dengan nada geram.
Sementara itu, sikap Kepala Desa Gapura Timur yang terkesan membiarkan kondisi tersebut menuai kecaman.
Warga menilai, jika pemerintah desa mengaku tidak mampu menganggarkan perbaikan, seharusnya ada langkah bijak dengan menghibahkan status jalan tersebut menjadi jalan daerah agar bisa ditangani oleh Dinas PUPR.
“Infrastruktur jalan itu kunci kemajuan desa. Tanpa jalan yang layak, sektor UMKM, pendidikan, dan kesehatan akan terus tertinggal,” tegasnya.
Tidak hanya pemerintah desa, sikap diam pihak Kecamatan Gapura juga menuai sorotan.
Camat Gapura dinilai enggan bersikap tegas terhadap kepala desa yang dianggap lalai menjalankan tugasnya.
“Diam bukan solusi. Kalau hanya ingin aman dan dapat cap ‘camat terbaik’, tapi membiarkan pelanggaran, itu sama saja mengingkari sumpah jabatan,” kecam warga.
Hingga berita ini diterbitkan lagi, Kepala Desa Gapura Timur maupun pihak Kecamatan Gapura belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan tersebut. ***
