SAMPANG, NEWS9 – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jenazah Miftah (8), korban tenggelam di aliran Sungai Tambaan, Dusun Gajam, Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, pada Minggu (22/2) pagi.
Dengan ditemukannya korban di bawah Jembatan Camplong sekitar pukul 06.25 WIB, operasi pencarian resmi ditutup.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin, memastikan proses pencarian berjalan sesuai prosedur dan melibatkan lintas instansi.
“Pada hari kedua operasi SAR, tepatnya Minggu pukul 06.25 WIB, jenazah korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan di bawah Jembatan Camplong. Setelah dilakukan evakuasi, jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga dan operasi dinyatakan resmi ditutup,” ujar Moh Hozin saat dikonfirmasi.
Peristiwa nahas itu bermula ketika tiga anak bermain dan mandi di aliran Sungai Tambaan pada Sabtu (21/2) sore, usai waktu Asar.
Ketiganya yakni Miftah (8), Hasan Basri (10), dan Amin (10).
Seorang warga bernama Paedi menemukan Hasan Basri dalam kondisi lemas di area plengsengan sungai.
Setelah dilakukan penanganan awal, diketahui bahwa sebelumnya ada tiga anak yang bermain di lokasi tersebut.
Berdasarkan keterangan dua korban selamat, Miftah diduga tenggelam dan terseret arus. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan operasi pencarian oleh tim gabungan sejak hari pertama kejadian.
“Dari keterangan korban yang selamat, satu anak atas nama Miftah tidak terlihat di permukaan. Tim langsung melakukan penyisiran di sekitar titik awal diduga tenggelam hingga radius beberapa kilometer mengikuti arus sungai,” jelas Hozin.
Adapun data korban sebagai berikut:
- Miftah (8): Ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
- Hasan Basri (10): Selamat dan dalam perawatan.
- Amin (10): Selamat.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Sampang, Basarnas Pos SAR Sumenep, Sat Polairud Polres Sampang, Polsek Camplong, serta masyarakat setempat.
Saat proses pencarian berlangsung, cuaca di wilayah Kabupaten Sampang terpantau mendung. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghambat jalannya operasi.
Menurut Hozin, koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam percepatan pencarian korban.
“Kami mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dan masyarakat yang turut membantu. Sinergi ini penting dalam setiap operasi kedaruratan,” tegasnya.
BPBD Kabupaten Sampang mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai, terlebih saat kondisi cuaca tidak menentu.
“Kami mengingatkan agar anak-anak tidak bermain di sungai tanpa pengawasan orang dewasa. Faktor arus dan kedalaman sungai seringkali sulit diprediksi,” pungkas Moh Hozin. ***













>