BeritaEkonomi

Jeritan PKL Sumenep: Antara Penertiban dan Harapan Hidup

1658
Foto: Koordinator PKL, Ricky Cilok, bersama para PKL jalan Diponegoro saat menyampaikan surat terbuka kepada Bupati Sumenep, @by_News9.id
Foto: Koordinator PKL, Ricky Cilok, bersama para PKL jalan Diponegoro saat menyampaikan surat terbuka kepada Bupati Sumenep, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tergabung dalam Paguyuban PKL Jalan Diponegoro menyampaikan permohonan resmi kepada Bupati Sumenep.

Dalam surat terbuka yang dibacakan oleh Koordinator PKL, Ricky Cilok, menyuarakan harapan agar pemerintah daerah lebih peduli terhadap kelangsungan usaha rakyat kecil.

Permohonan tersebut muncul di tengah penertiban rutin oleh Satpol PP yang dinilai para pedagang belum disertai solusi yang berpihak pada pelaku usaha mikro.

Para PKL memohon izin untuk tetap berjualan di sepanjang Jalan Diponegoro, yang menjadi pusat utama penghidupan mereka.

Selain itu, mereka meminta agar rombong atau gerobak dagang yang sebelumnya disita oleh petugas dikembalikan dalam kondisi baik, tanpa kerusakan.

Mereka juga menegaskan kesiapan untuk mematuhi peraturan, asalkan terdapat komunikasi dan pendekatan yang manusiawi.

“Kami tidak menolak aturan. Kami hanya ingin ada dialog yang adil. Harapan kami sederhana, agar Bapak Bupati lebih peduli kepada nasib kami para PKL dan pelaku UMKM. Kami hanya ingin bekerja demi menghidupi keluarga,” ungkap Ricky Cilok, Senin malam (28/4/2025).

Lebih jauh, para pedagang berharap adanya program pembinaan dan penyediaan fasilitas pendukung dari pemerintah daerah untuk menjaga kelangsungan usaha mereka secara legal dan tertib.

Aspirasi tersebut mencerminkan suara rakyat kecil yang tidak hanya membutuhkan ketertiban, tetapi juga perlindungan dan keberpihakan.

Para PKL berharap pemerintah dapat menjadi mitra, bukan sekadar penertib. ***

Exit mobile version