SAMPANG, NEWS9 – Kepedulian terhadap lingkungan hidup tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat.
Hal ini dibuktikan melalui aksi bakti sosial bertajuk “Jumat Bersih-Bersih” yang digelar oleh Gabungan Wartawan dan Aktivis Tambelangan (Gawat) bersama Pemerintah Desa Samaran dan jajaran Kecamatan Tambelangan, Jumat (8/8).
Aksi bersih-bersih ini difokuskan di jalan utama Samaran–Tambelangan, dengan melibatkan sekurangnya 15 peserta.
Berbekal alat pemotong rumput dan arit, para peserta bekerja bahu-membahu membersihkan sisi jalan dari rerumputan liar yang menutupi pandangan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Aliansi Gawat yang diketuai oleh Moh. Tohir, anggota Gawat sekaligus Wartawan Liputan Madura yang berasal dari Desa Tambelangan.
Ia menuturkan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat menjaga lingkungan dan mendorong budaya gotong royong di tengah masyarakat.
“Kami ingin jalan-jalan utama di desa tetap bersih dan nyaman dilalui. Rumput liar yang tumbuh di tepi jalan tak hanya mengganggu pandangan, tapi juga bisa membahayakan pengguna jalan. Maka dari itu, kami bergerak bersama,” ujar Moh. Tohir.
Selain Moh. Tohir, hadir pula Ketua Gawat Moh. Rifadi beserta sejumlah anggota lainnya. Mereka turut serta dalam kegiatan lapangan bersama perangkat Desa Samaran, staf Kecamatan Tambelangan, serta tokoh masyarakat setempat.
Camat Tambelangan, Samsul Bahri, melalui Stafnya Samsuddin menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut.
Meski berhalangan hadir karena agenda lain, ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin yang melibatkan lebih banyak pihak.
“Saya sangat mendukung kegiatan semacam ini. Ini bentuk nyata sinergi antara jurnalis, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Semoga menjadi contoh positif bagi desa lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan dari Pemerintah Desa Samaran menyampaikan rasa terima kasih karena kegiatan tersebut menyasar wilayahnya, terutama di sekitar sisi jalan jembatan Leke Bejheng, yang menghubungkan sisi selatan hingga utara desa.
Melalui gerakan sederhana namun berdampak nyata ini, kolaborasi antara wartawan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi contoh bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah langkah awal membangun desa yang sehat, aman, dan berkelanjutan. ***












