BeritaHukrim

Keterlibatan Aparat dalam Pusaran BBM Ilegal Milik Juragan Badar Menguat

950
Keterlibatan Aparat dalam Pusaran BBM Ilegal Mikik Juragan Badar Menguat
FOTO: Barang bukti (BB) ribuan liter solar bersubsidi didalam truk engkel putih bernomor polisi B 9605 IS milik juragan bernama Badar asal Bangkalan. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Dugaan keterlibatan oknum kepolisian dalam pusaran mafia BBM Ilegal jenis solar bersubsidi di Kabupaten Sumenep, semakin kuat.

Dugaan tersebut diketahui setelah barang bukti (BB) ribuan liter solar bersubsidi yang diangkut menggunakan truk engkel putih bernomor polisi B 9605 IS milik juragan bernama Badar asal Bangkalan itu dilepas oleh Satreskrim Polres Sumenep, meski sebelumnya truk engkel telah diamankan oleh Mapolres Sumenep.

Informasi yang dihimpun News9.id menyebutkan, truk bermuatan solar subsidi itu sempat diamankan oleh Polsek Pasongsongan dan dilimpahkan ke Unit Pidsus Polres Sumenep.

Namun, yang mengejutkan, barang bukti tersebut yang sebelumnya di tahan Satreskrim Polres Sumenep tidak diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku dengan Dalih Adanya Rekom untuk mengelabuhi publik.

Tidak ada kejelasan status hukum, tidak ada transparansi, dan tidak diketahui ke mana arah penanganan kasus tersebut.

Pelepasan barang bukti itu memicu tanda tanya besar, dan kini kepercayaan masyarakat semakin menipis terhadap institusi kepolisian.

Sebab, praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi merupakan kejahatan serius yang merugikan negara dan rakyat kecil.

Ketika barang bukti justru dilepas, publik wajar mencium adanya permainan kotor antara Aparat Penegak Hukum dan Mafia BBM.

Sejumlah sumber menyebut, dugaan keterlibatan oknum aparat bukan isapan jempol belaka.

“Indikasi adanya “perlindungan” terhadap jaringan Mafia Solar subsidi di Sumenep menjadi penyebab Problematika di internal Polri,” ujar BE, kepada media ini, Kamis (25/12/2025).

Hingga detik ini, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait alasan dilepasnya barang bukti tersebut.

Sikap bungkam tersebut justru semakin memperkuat spekulasi publik bahwa ada sesuatu yang sengaja ditutup rapat.

Masyarakat mendesak @Presidenri @Divisipropampolri dan @Bidpropampoldajatim segaera mengevaluasi oknum anggotanya di Polres Sumenep agar dapat mengembalikan nama baik Institusi Polri.

“Pak Kapolri harusnya turun tangan mengusut kasus itu secara transparan dan tanpa pandang bulu.”

“Oknum yang ikut bermain dalam pusaran BBM Ilegal harus ditindak tegas. Kapolri pernah berstatemen di media “ikan busuk dari kepalanya” maka statemen itu harus buktikan. Masyarakat menunggu tindakan tegas dari Kapolri. Agar tetap menjaga marwah hukum dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” tandas BE. ***

2

Exit mobile version