MALANG, NEWS9 – Pangkalan TNI AL (Lanal) Malang kembali menggelar Latihan Gabungan Search and Rescue (SAR) dan renang laut bertajuk “Siaga 26” di Pantai Wonogoro, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Senin (11/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dibuka oleh Pasops Lanal Malang Mayor Laut (P) Suyari mewakili Komandan Lanal Malang Kolonel Laut (P) Agus Haryanto, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., CTMP.
Mengangkat tema “Melalui Pelatihan Potensi SAR Kita Tingkatkan Kemampuan, Soliditas dalam Melaksanakan Pencarian dan Pertolongan Secara Profesional, Sinergi dan Militan,” latihan ini melibatkan 127 peserta dari berbagai unsur SAR, relawan kebencanaan, hingga organisasi komunikasi radio di wilayah Malang Raya dan Jawa Timur.
Peserta berasal dari Prajurit Lanal Malang, Pantai Selatan Rescue (PSR) Sendangbiru, PSR Divisi 2 Blitar, BPBD Kabupaten Malang, BASARNAS Jawa Timur, Malang Selatan Rescue (MSR), RAPI Kabupaten Malang, SARDOG, serta KNDJH 020.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperkuat koordinasi dan kerja sama antarinstansi dalam menghadapi situasi darurat, khususnya di wilayah pesisir selatan Malang yang rawan kecelakaan laut dan bencana alam.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi teori dan praktik lapangan seperti manajemen penanganan darurat bencana, water rescue, prosedur pencarian korban, pengenalan alat selam, renang laut, keterampilan perahu karet, hingga simulasi terpadu Full Mission Profile.
Selain itu, peserta juga menerima pembekalan komunikasi SAR yang disampaikan oleh Agung selaku Sekretaris Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) wilayah Kabupaten Malang.
Dalam materinya, ia menekankan pentingnya komunikasi yang cepat, akurat, dan terkoordinasi dalam mendukung keberhasilan operasi pencarian dan penyelamatan di lapangan.
“Komunikasi menjadi salah satu kunci utama dalam operasi SAR. Koordinasi antarpos dan tim lapangan harus berjalan efektif agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” jelas Agung saat memberikan materi kepada peserta latihan.
Tak hanya itu, peserta juga dibekali pengetahuan Basic Life Support (BLS), mountaineering, jungle dan sea survival, penggunaan kompas, serta teknik menghitung jarak langkah.
Dalam amanat Komandan Lanal Malang yang dibacakan Mayor Laut (P) Suyari, disampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya latihan gabungan tersebut.
“Kolaborasi yang selama ini sudah terjalin menjadi modal utama dalam pengamanan dan penyelamatan, khususnya di wilayah pesisir pantai selatan,” ujarnya.
Ia juga menekankan kepada seluruh peserta agar mengikuti latihan dengan serius, disiplin, dan tetap mengutamakan faktor keselamatan personel selama kegiatan berlangsung.
Melalui latihan “Siaga 26” ini, Lanal Malang berharap tercipta personel SAR yang tangguh, profesional, dan solid dalam menghadapi berbagai potensi bencana maupun operasi penyelamatan di wilayah perairan selatan Jawa Timur. ***
