MADIUN, NEWS9 – Puluhan Bhikkhu dari berbagai negara yang mengikuti kegiatan spiritual Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Pendopo Ronggo Jumeno, Kabupaten Madiun, Kamis (21/05/2026).
Kedatangan para Bhikkhu tersebut disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat setempat dengan penuh khidmat dan suasana persaudaraan.
Kegiatan lintas negara tersebut menjadi bagian dari perjalanan spiritual menuju peringatan Hari Raya Waisak 2026.
Para peserta melakukan perjalanan kaki sejauh lebih dari 600 kilometer dengan tujuan akhir di Candi Borobudur yang dijadwalkan tiba pada 28 Mei 2026.
Sementara itu, puncak perayaan Hari Raya Waisak akan berlangsung pada 30 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Sekda Kabupaten Madiun menyampaikan rasa syukur dan kehormatan atas singgahnya rombongan Bhikkhu internasional di wilayah Kabupaten Madiun.
Ia menilai kehadiran para Bhikkhu tidak hanya menjadi momentum spiritual, namun juga membawa pesan perdamaian, toleransi, dan harmoni antarumat manusia.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Madiun beserta seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Indonesia Walk for Peace 2026. Suatu kehormatan bagi Kabupaten Madiun dapat menjadi tempat persinggahan para Bhikkhu dari berbagai negara,” ujar Sigit Budiarto dalam sambutannya.
Ia juga berharap perjalanan spiritual tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Madiun serta mempererat nilai-nilai kebhinekaan dan persaudaraan antarbangsa.
Dalam kesempatan itu, Sekda turut menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan para peserta.
Peserta Indonesia Walk for Peace 2026 diketahui berasal dari beberapa negara di kawasan Asia Tenggara, di antaranya Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia.
Total peserta mencapai 57 Bhikkhu, dengan jumlah terbanyak berasal dari Thailand yang mencapai lebih dari 40 Bhikkhu.
Kehadiran para Bhikkhu di Kabupaten Madiun mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang antusias menyaksikan perjalanan spiritual penuh makna tersebut.
Selain sebagai bagian dari rangkaian Hari Raya Waisak, kegiatan ini juga menjadi simbol nyata perjalanan damai lintas budaya dan lintas negara yang mengedepankan nilai kemanusiaan universal. ***
