SAMPANG, NEWS9 – Di tengah kesyahduan peringatan 10 Muharram 1447 Hijriyah, ada wajah-wajah kecil yang berseri.
Di sebuah ruangan sederhana di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Omben, tawa anak-anak yatim terdengar ringan namun penuh makna.
Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) MWCNU Omben menggelar santunan anak yatim sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Asyura. Minggu (6/7).
Dalam suasana yang berlangsung khidmat, kegiatan ini tak hanya menjadi ritual tahunan.
Lebih dari itu, ia menjadi perwujudan nyata dari nilai-nilai sosial dan spiritual yang selama ini menjadi ruh Nahdlatul Ulama.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Omben, Gus Ali Maftuhin, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyebut kegiatan santunan sebagai bentuk kepekaan sosial warga NU terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak yatim.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk menebar manfaat, memperkuat solidaritas, dan menghidupkan semangat kebersamaan di bulan yang mulia ini,” ujarnya.
Senada dengan Gus Ali, Ketua LAZISNU Omben, Ustaz Abdul Wali, menekankan bahwa santunan ini tak sekadar memberi bantuan materi, melainkan juga bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya peduli terhadap sesama.
“Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa cinta kepada anak-anak yatim, sebagai bagian dari keluarga besar kita,” katanya.
Ustaz Abdul Wali juga memastikan bahwa program serupa akan menjadi agenda rutin LAZISNU Omben, sejalan dengan program kerja lembaga tersebut yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan sosial berbasis komunitas.
“Kami ingin kegiatan ini terus istiqamah, menyentuh lebih banyak anak yatim dan kaum dhuafa di masa depan,” imbuhnya.
Di balik terselenggaranya kegiatan ini, ada gerakan sederhana yang menyatukan semangat banyak orang yakni Kaleng Koin.
Gerakan pengumpulan koin yang tersebar melalui jaringan pengurus NU, lembaga, dan badan otonom NU Omben ini berhasil menggalang dana sebesar Rp5.400.000, yang kemudian digunakan untuk menyantuni puluhan anak yatim di wilayah Kecamatan Omben.
“Bukan hanya untuk anak yatim, kami berharap ke depan gerakan ini juga bisa menjangkau kaum dhuafa dan warga yang membutuhkan di wilayah ini,” kata H. Ismail, Bendahara MWCNU Omben.
Di tengah riuh dunia yang kerap melupakan mereka yang kecil dan sunyi, kegiatan ini menjadi semacam penegasan, bahwa masih ada ruang bagi kasih, masih ada waktu untuk peduli. Dan di bulan Asyura, semangat memberi menjadi cara yang paling tulus untuk menyambung harapan. ***
