SAMPANG, NEWS9 – Paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tiga hari yang disuplai SPPG Tanggumong 003 di SDN Gunung Sekar 1, Sampang, dipertanyakan wali murid.
Mereka menilai nilai ekonomi paket yang diterima tak sebanding dengan anggaran Rp10 ribu per porsi per hari.
Sorotan itu mencuat ketika seorang wali murid yang enggan namanya di sebut kepada News9.id mengungkapkan perhitungan sederhana yang menurutnya tak sejalan dengan ketentuan anggaran.
“Kalau dinominalkan, tidak sampai Rp30 ribu. Estimasi kami paling mahal hanya di kisaran Rp20.000,” ujarnya. Senin (23/2).
Paket MBG yang dibagikan untuk tiga hari itu terdiri atas tujuh komponen: dua kotak susu ukuran 125 ml, satu butir telur, satu bungkus kecil kurma berisi enam butir dalam plastik klip, satu buah pir, dua potong roti kecil, satu potong paha ayam ungkep, serta satu cup kecil kolak buah.
Secara kasat mata, komposisi tersebut dinilai cukup memenuhi unsur gizi dasar.
Namun, sejumlah wali murid mempertanyakan kecukupan kuantitas dan kesesuaian nilai ekonominya dengan alokasi anggaran yang disebut-sebut Rp10 ribu per porsi per hari.
“Secara pemenuhan gizi mungkin tidak masalah, tapi dari kuantitas dan nilai ekonominya, terasa ada kejanggalan,” Tiru wali murid yang lain.
Ia menegaskan, jika merujuk pada ketentuan Rp10 ribu per porsi, maka untuk tiga hari semestinya setara Rp30 ribu.
“Kalau tiga porsi berarti Rp30 ribu. Harusnya transparan rinciannya. Jangan sampai publik bertanya-tanya, ke mana selisihnya?” ujarnya dengan kecewa.
Mengacu pada Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 yang diterbitkan Badan Gizi Nasional (BGN), penyajian paket makanan kemasan selama Ramadan memang diperbolehkan.
Kebijakan itu dimaksudkan untuk menjaga kebersihan, keamanan pangan, serta efisiensi distribusi.
Namun, menurut wali murid, fleksibilitas teknis tersebut tidak serta-merta mengubah esensi besaran anggaran yang telah ditetapkan.
“Teknis boleh menyesuaikan, tapi nominal anggaran jangan sampai kabur. Ini uang negara,” katanya.
Terpisah Kepala SPPG Tanggumong 003, Ach. Musowwil, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan bahwa paket tersebut memang diperuntukkan untuk tiga hari.
Namun ketika ditanya mengenai nominal rincian harga menu, ia hanya menjawab singkat.
“Sudah saya share ke kepala sekolah masing-masing terkait menu dan rincian gramasinya,” tulisnya. selasa (24/2).
Jawaban itu belum menjawab pertanyaan soal nilai total pembiayaan maupun komparasi antara anggaran dan realisasi harga di pasaran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai rincian biaya yang dimaksud.
Diberitakan sebelumnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Gunung Sekar 1, Kabupaten Sampang, Madura, jadi perbincangan hangat. Bukan karena makanannya disajikan di sekolah, melainkan karena dibagikan dalam bentuk bingkisan “Berkat Molodan”. ***
