BeritaBudayaKesenian

Nada Lama Jiwa Baru, Parade Keroncong Sumenep Bangkitkan Romantisme Nusantara

147
Nada Lama Jiwa Baru, Parade Keroncong Sumenep Bangkitkan Romantisme Nusantara
FOTO: Salah satu penampilan dari 8 grup orkes keroncong dari berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Timur. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Alunan musik keroncong bernuansa romantis menggema di Alun-Alun Taman Adipura Sumenep,, Madura, Jawa Timur, Sabtu (8/11/2025) malam.

Parade Keroncong Sumenep menjadi panggung nostalgia yang memadukan keanggunan musik klasik dengan semangat pelestarian budaya lokal.

Sorotan lampu panggung menari di antara dentingan cak dan cuk, berpadu dengan gesekan biola yang lembut.

Irama khas keroncong itu seolah menghidupkan kembali kenangan masa lampau, membawa penonton larut dalam suasana syahdu.

Acara yang dihadiri oleh Plt Sekda Sumenep, Kadisbudporapar, perwakilan Dinas Kesehatan P2KB, Bappeda, serta sejumlah pejabat OPD itu menampilkan 8 grup orkes keroncong dari berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

Salah satu penampilan paling memukau datang dari Orkes Keroncong Laras Merak asal Sidoarjo.

Dengan aransemen lembut namun bertenaga, grup tersebut berhasil memikat ratusan penonton yang memenuhi area panggung terbuka.

Ketua Pelaksana, Heru Santoso yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumenep, menegaskan parade itu bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari upaya melestarikan musik keroncong sebagai identitas budaya bangsa.

“Parade Keroncong di Sumenep telah menjadi agenda tahunan untuk memperkuat jati diri budaya lokal sekaligus ruang ekspresi bagi para seniman musik tradisi,” ujarnya.

Kegiatan tersebut terselenggara berkat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dan komunitas Kopi (Komunitas Orang-Orang Penuh Inspirasi).

Ketua Pamori (Paguyuban Musik Orkes Keroncong Indonesia) Madiun Raya, M. Nurhadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara tersebut.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga eksistensi musik keroncong. Generasi muda harus tahu bahwa keroncong bukan sekadar musik lawas, tapi warisan budaya yang kaya makna,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kopi, Ferdiansyah Tetrajaya, berharap agar Parade Keroncong Sumenep dapat terus menjadi ruang bagi seniman tradisi untuk berkarya dan menginspirasi.

“Kami ingin Sumenep menjadi rumah bagi musik keroncong, tempat di mana nada lama terus hidup dalam jiwa baru,” katanya.

Menurut Asisten III Administrasi Umum Setdakab Sumenep itu, Parade Keroncong Sumenep menjadi bukti nyata bahwa musik klasik Indonesia belum kehilangan pesonanya.

“Di tengah gempuran musik modern, keroncong diharapkan tetap teguh berdiri menjadi jembatan antara generasi, serta simbol keanggunan budaya Nusantara,” pungkasnya. ***

Exit mobile version