BeritaHukrim

Narkoba Masalembu Terang-Terangan di Depan Kantor Polisi: Ujian Integritas Kapolres Baru Sumenep

216
Narkoba Masalembu Terang-Terangan di Depan Kantor Polisi: Ujian Integritas Kapolres Baru Sumenep
FOTO: Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto dan peredaran gelap narkoba 60 meter dari Polsek Masalembu. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Peredaran narkoba di Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, kian menggila dan berkembang secara signifikan.

Praktik kejahatan itu tidak lagi berjalan sembunyi-sembunyi, melainkan diduga telah menjelma menjadi kejahatan terorganisir (organized crime) yang beroperasi terang-terangan, bahkan nyaris tanpa rasa takut.

Tokoh pemuda Masalembu, Moh. Rasid, secara terbuka mempertanyakan integritas moral Kapolres Sumenep yang baru, AKBP Anang Hardiyanto.

Menurutnya, pergantian pimpinan kepolisian sejauh ini belum pernah membawa perubahan nyata dalam upaya membongkar jaringan bandar narkoba di Masalembu.

“Semua Kapolres Sumenep sebelumnya gagal total. Tidak satu pun mampu menyentuh bandar narkoba. Yang ditangkap hanya pengguna kecil, korban dari sistem busuk peredaran narkoba itu sendiri,” tegas Rasid, Selasa (13/1).

Ironisnya, lanjut Rasid, lokasi transaksi narkoba diduga hanya berjarak sekitar 60 meter dari Kantor Polsek Masalembu.

Aktivitas transaksi bahkan disebut berlangsung terjadwal, pagi hari sekitar pukul 10.00–13.00 WIB dan sore hari pukul 15.00–16.00 WIB, seolah-olah tanpa rasa takut terhadap aparat penegak hukum.

“Ini bukan lagi isu biasa. Kalau tempat transaksi sedekat itu dengan kantor polisi dan masih berjalan mulus, publik wajar menduga ada pembiaran, bahkan keterlibatan oknum,” ujarnya.

Lebih memprihatinkan, barang haram tersebut disebut masih beredar meski sebelumnya pernah ada penemuan kasus narkoba di wilayah tersebut.

Fakta tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa jaringan narkoba di Masalembu telah terstruktur rapi dan kebal hukum.

Rasid menilai, kondisi tersebut menjadi ancaman serius bagi generasi muda Masalembu. Jika Kapolres Sumenep yang baru benar-benar berkomitmen menjalankan sumpah jabatannya, maka Masalembu harus menjadi prioritas utama pemberantasan narkoba.

“Kalau Kapolres baru ini gagal juga, maka publik akan menilai tidak ada bedanya dengan Kapolres lama. Masalembu tetap jadi surga narkoba,” tandasnya.

Hingga kini, masyarakat Masalembu mengaku pesimis terhadap keseriusan aparat penegak hukum dalam membasmi narkoba di wilayah kepulauan tersebut.

Harapan masih ada, namun waktu terus berjalan, sementara narkoba terus merusak masa depan generasi muda.

Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto kini berada di bawah sorotan tajam publik. Masalembu menunggu aksi nyata atau kegagalan yang terulang kembali. ***

Exit mobile version