SUMENEP, NEWS9 – Setelah sempat dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Desa Kropoh, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, seorang nelayan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (16/6/2026) petang.
Korban diketahui bernama Amsuri (55), warga Dusun Kropoh RT 01/RW 01, Desa Kropoh, Kecamatan Raas.
Jasad korban ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB di perairan utara Pelabuhan Rakyat Desa Kropoh, sekitar 500 meter dari garis pantai.
Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melalui Kasat Polairud Polres Sumenep AKP Moch. Rofiq, S.H., menjelaskan penemuan korban berawal saat dua warga setempat, Asari dan Mahmudin, berangkat melaut untuk mencari ikan dengan cara nyolo menggunakan perahu dayung.
Saat berada di tengah laut, keduanya melihat sesosok mayat dalam posisi telungkup yang tersangkut di batu karang. Karena merasa curiga, mereka kemudian mendekati dan memeriksa jasad tersebut.
“Setelah didekati dan diperiksa, saksi mengenali mayat tersebut sebagai Amsuri yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di laut,” ujar AKP Moch. Rofiq.
Mengetahui hal tersebut, Asari memilih tetap berada di lokasi untuk menjaga jasad korban agar tidak hanyut terbawa arus laut.
Sementara Mahmudin segera kembali ke daratan untuk mengabarkan penemuan tersebut kepada keluarga korban dan warga sekitar.
Sekitar pukul 18.00 WIB, keluarga korban bersama sejumlah warga mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi jasad ke tepi pantai.
Informasi penemuan itu kemudian diteruskan kepada Kepala Desa Kropoh, H. Rahmawi, yang selanjutnya menghubungi Polsek Raas.
Tidak berselang lama, personel Polsek Raas bersama anggota Koramil Raas, staf Kecamatan Raas, tenaga kesehatan dari Puskesmas Raas, dan warga setempat tiba di lokasi guna membantu proses evakuasi serta penanganan korban.
Setelah dievakuasi, jasad Amsuri dibawa ke rumah duka di Dusun Kropoh untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi.
Dalam penanganan kejadian tersebut, petugas telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), berkoordinasi dengan pemerintah desa, meminta keterangan para saksi, membantu proses evakuasi, hingga melaporkan perkembangan kejadian kepada pimpinan.
Seluruh rangkaian kegiatan evakuasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kasat Polairud Polres Sumenep mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut guna menghindari kecelakaan maupun musibah serupa.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Pastikan kondisi cuaca mendukung sebelum melaut dan gunakan perlengkapan keselamatan yang memadai,” pungkasnya. ***
