SAMPANG, NEWS9 – Seorang oknum petugas keamanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn, Sampang, Jawa Timur, dilaporkan bertindak arogan terhadap pengunjung.
Sikap oknum petugas bernama Mannan itu memicu kecaman dari aktivis dan warga yang menilai tindakannya mencederai etika pelayanan publik.
Peristiwa ini mencuat setelah seorang pengunjung yang hendak mengantar istrinya menjenguk kerabat di rumah sakit tersebut justru mendapat perlakuan yang dianggap tidak sopan dan menantang.
Alih-alih memberi rasa aman, satpam malah dinilai memperlihatkan sikap kasar dan intimidatif.
“Ia hanya sebentar mengantar istrinya, dan menunggu di motornya di sela sela ambulan yang berjejer sebelah utara, tapi diperlakukan tidak sopan. Itu membuatnya tersinggung dan marah,” kata pengunjung kepada H.pendi aktivis Sampang dari Kedungdung, Sampang, Minggu, malam (6/7).
Menurut Pendi, tindakan Mannan sama sekali tidak mencerminkan profesionalisme seorang petugas keamanan.
“Sangat disayangkan, seorang satpam yang seharusnya memberikan rasa aman malah bersikap seperti preman. Ini tidak bisa ditoleransi,” ujarnya geram.
Pendi menjelaskan bahwa pengunjung tidak melakukan pelanggaran apa pun.
Motor hanya diparkir sebentar, sementara kondisi halaman rumah sakit saat itu tidak padat dan sepi.
“Tidak ada gangguan pada lalu lintas kendaraan. Tapi petugas bertindak seolah-olah sedang menghadapi ancaman besar. Ini tindakan berlebihan dan tidak proporsional,” ujar pendi tiru pengunjung kepadanya.
Menanggapi laporan tersebut, Komandan Regu (Danru) Satpam RSUD Mohammad Zyn, Rosi, menyampaikan permohonan maaf atas perilaku bawahannya.
Ia mengaku telah memberikan teguran dan akan melakukan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami menyesalkan insiden ini. Saya sudah sampaikan arahan agar seluruh petugas lebih ramah dan sopan kepada masyarakat,” kata Rosi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu malam (6/7).
Meski demikian, H. Pendi meminta agar manajemen RSUD tidak berhenti pada permintaan maaf.
Ia mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kinerja petugas keamanan dan perusahaan outsourcing yang merekrut mereka.
“Kami minta agar yang tidak punya etika pelayanan publik tak lagi ditempatkan di fasilitas yang melayani masyarakat,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen RSUD dr. Mohammad Zyn belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut. ***
