Pamekasan 495 Tahun, Dari Ronggosukowati ke Era Digital Gerbang Salam

- Penulis

Senin, 3 November 2025 - 05:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kabupaten Pamekasan salah satu wilayah bersejarah di Pulau Madura, merayakan hari jadi ke-495 tahun. @by_News9.id

FOTO: Kabupaten Pamekasan salah satu wilayah bersejarah di Pulau Madura, merayakan hari jadi ke-495 tahun. @by_News9.id

PAMEKASAN, NEWS9 – Hari jadi kabupaten bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk mengenang akar sejarah, meneguhkan identitas, dan memperkuat semangat kebersamaan masyarakatnya.

Pada 3 November 2025, Kabupaten Pamekasan salah satu wilayah bersejarah di Pulau Madura, merayakan hari jadi ke-495 tahun.

Perayaan itu bukan hanya bentuk syukur, tetapi juga refleksi perjalanan panjang Bumi Gerbang Salam, dari masa Pangeran Ronggosukowati hingga menjadi kabupaten modern yang terus berbenah menghadapi tantangan zaman.

Sejarah mencatat, tonggak berdirinya Kabupaten Pamekasan bermula pada pengukuhan Pangeran Ronggosukowati sebagai raja pada 3 November 1530 Masehi atau bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 937 Hijriah.

Momentum itulah yang kemudian dijadikan dasar penetapan Hari Jadi Kabupaten Pamekasan, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2004.

Baca Juga:  Ketahanan Pangan Diperkuat, Babinsa Pandansari Dampingi Panen Padi di Poktan Gempol Makmur

Pangeran Ronggosukowati dikenal sebagai pemimpin visioner yang membawa nilai-nilai Islam ke dalam pemerintahan lokal, sekaligus meletakkan pondasi sosial dan budaya yang kuat bagi masyarakat Pamekasan.

Dari situlah julukan “Bumi Gerbang Salam” berakar, menggambarkan karakter religius dan terbukanya masyarakat terhadap perdamaian.

Nama “Pamekasan” sendiri diduga berasal dari kata “pamekas” atau “amek asan” dalam bahasa Madura, yang berarti “tempat berkumpulnya orang.”

Sejak masa lampau, wilayah tersebut memang menjadi pusat aktivitas perdagangan dan pemerintahan.

Menurut catatan Babad Madura, tokoh penting pertama yang berkuasa di wilayah Madura Barat termasuk Pamekasan adalah Adipati Arya Manyar atau Arya Adikara I, pejabat yang diangkat Majapahit sebagai wakil raja di daerah.

Baca Juga:  Kasus Korupsi Logistik Pemilu Sumenep Menguap, Ketua KPU Tutup Mulut

Peralihan besar terjadi pada abad ke-16, saat Islam mulai mengakar kuat di Madura.

Di bawah kepemimpinan Ronggosukowati, sistem pemerintahan kerajaan Islam berkembang pesat, dan Pamekasan menjadi salah satu pusat spiritual dan politik penting di Pulau Madura.

Memasuki masa kolonial Belanda, Pamekasan berubah status menjadi regentschap (kabupaten) di bawah kontrol administrasi Hindia Belanda.

Meski berada di bawah tekanan kolonial, semangat religius dan kemandirian masyarakat tetap terjaga, bahkan menjadikan Pamekasan dikenal luas sebagai penghasil tembakau berkualitas tinggi.

Pasca Proklamasi 1945, Pamekasan resmi menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan masuk dalam struktur pemerintahan Provinsi Jawa Timur.

Sejak itu, pembangunan daerah terus bergulir, menyesuaikan dinamika sosial dan ekonomi nasional.

Melalui Perda Nomor 17 Tahun 2004, pemerintah kabupaten menegaskan kembali dasar historis lahirnya Pamekasan.

Baca Juga:  Gotong Royong Pengecoran Jalan, Babinsa Kloposawit Pererat Kebersamaan dengan Warga

Setiap peringatan hari jadi diwarnai tema berbeda, yang mencerminkan capaian pembangunan dan semangat zaman.

Memasuki usia ke-495 tahun, Pamekasan kini bersiap menyongsong setengah milenium sejarahnya.

Pemerintah daerah menegaskan arah pembangunan menuju pemerataan ekonomi, inovasi teknologi, dan pelestarian nilai-nilai budaya Madura yang menjadi kekuatan identitas daerah.

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa Pamekasan bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga simbol kebangkitan daerah yang menjunjung tinggi agama, budaya, dan kemajuan.

Hari Jadi ke-495 bukan sekadar angka, tetapi refleksi dari perjalanan panjang menuju Pamekasan yang maju, religius, dan berdaya saing,” demikian pesan simbolik yang menggema di seluruh pelosok Bumi Gerbang Salam. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Fauzi dan Wabup Imam Hasyim Semarakan HUT ke-81 RI
Kapolresta Sumenep Kawal Pemulangan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2
Tragedi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Menhub RI Temui Bupati Sumenep
Wabup Sumenep Pastikan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Dapat Penanganan Terbaik
Jejak Kontroversi Kanit Reskrim Masalembu Terkuak, Masyarakat Minta Kapolresta dan Kapolda Bertindak
Ajak Warga Semarakkan HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Bagikan Bendera Merah Putih ke ASN
TIHT 2026 Naik, Bupati Sumenep Perkuat Sinergi Petani dan Industri Rokok
KMB Evaluasi Irigasi Plakaran Hijau, P3A Benahi dan Bantah Subkontrak
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Bupati Fauzi dan Wabup Imam Hasyim Semarakan HUT ke-81 RI

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Kapolresta Sumenep Kawal Pemulangan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Tragedi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Menhub RI Temui Bupati Sumenep

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:18 WIB

Wabup Sumenep Pastikan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Dapat Penanganan Terbaik

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Jejak Kontroversi Kanit Reskrim Masalembu Terkuak, Masyarakat Minta Kapolresta dan Kapolda Bertindak

Berita Terbaru

FOTO: Kendaraan yang dikendarainya terbakar di lokasi kejadian. @by_News9.id

PERISTIWA

Motor Pembawa BBM Meledak Usai Tabrakan di Palengaan

Rabu, 5 Agu 2026 - 13:51 WIB

FOTO : Diskominfo Kabupaten Sumenep, bersama jajaran Diskominfo Kabupaten Sampang. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Diskominfo Sumenep dan Sampang Siap Replikasi Inovasi Daerah

Rabu, 5 Agu 2026 - 00:09 WIB