BeritaPemerintahan

Paparan Capaian Kinerja 2025, BNN Lumajang Perkuat P4GN Berbasis Pemberdayaan

109
×

Paparan Capaian Kinerja 2025, BNN Lumajang Perkuat P4GN Berbasis Pemberdayaan

Sebarkan artikel ini
Paparan Capaian Kinerja 2025, BNN Lumajang Perkuat P4GN Berbasis Pemberdayaan
FOTO: Kepala BNN Kabupaten Lumajang, AKBP Indra Brahmana saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/12/2025). @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lumajang terus memperkuat program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) berbasis pemberdayaan masyarakat.

Sepanjang tahun 2025, sejumlah capaian kinerja strategis berhasil dibukukan, mulai dari rehabilitasi hingga pencegahan masif di tengah masyarakat.

SCROLL KE ATAS
banner 400x600
KLIK BANNER E-CATALOG

Kepala BNN Kabupaten Lumajang, AKBP Indra Brahmana saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (24/12/2025) menegaskan bahwa ancaman narkotika tidak bisa ditangani hanya dengan penindakan hukum semata.

Menurutnya, pencegahan harus berjalan seiring dengan penguatan peran masyarakat.

“Peredaran dan penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius. Karena itu, kami memperkuat P4GN berbasis pemberdayaan agar pencegahan bisa berjalan berkelanjutan dan menyentuh langsung masyarakat,” kata AKBP Indra Brahmana.

Sepanjang 2025, BNNK Lumajang menjalin kerja sama P4GN dengan 11 lembaga pendidikan dan instansi pemerintah.

Dibidang rehabilitasi, BNNK Lumajang bekerja sama dengan Puskesmas Klakah dan Puskesmas Jatiroto serta menerbitkan 117 Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika.

Layanan rehabilitasi juga mencakup Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di Kelurahan Tompokersan dengan lima klien dan lima agen pemulihan.

Selain itu, terdapat 44 klien yang menjalani rehabilitasi rawat jalan dan pascarehabilitasi, terdiri dari 20 klien sukarela dan 24 klien wajib.

“Pendekatan rehabilitasi kami tidak hanya fokus pada pemulihan, tetapi juga reintegrasi sosial agar klien bisa kembali berfungsi di masyarakat,” jelasnya.

Total asesmen terpadu selama 2025 mencapai 31 klien atau 106,9 persen dari target yang ditetapkan.

Sementara pada sektor pencegahan dan pemberdayaan, BNNK Lumajang membentuk Desa Bersinar di Desa Rowokangkung yang diperkuat dengan program pemberdayaan ekonomi berupa pembuatan pakan ternak fermentasi.

“Desa Bersinar menjadi model bahwa pencegahan narkoba harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk melalui penguatan ekonomi,” tegas Indra.

Selain itu, BNNK Lumajang melaksanakan 126 kegiatan pencegahan yang menjangkau 21.423 peserta serta memproduksi 240 konten media sosial dengan total jangkauan 324.251 penonton.

Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas edukasi bahaya narkoba, khususnya bagi generasi muda. ***

Tinggalkan Balasan

>